Ada kalanya pengin pensiun, tapi bukan sekarang


Beberapa belas tahun lalu, saat saya mengikuti salah satu pelatihan James Gwee pernah punya keinginan untuk pensiun di usia 48. Maunya pensiun dini dengan status finansial di kuadran 4 versi Cashflow Quadrant milik Robert Kiyosaki. Ehm, tahu-tahu target usia pensiun terlewati begitu saja, saya tak melakukan apa pun untuk mencapai kebebasan finansial di usia muda.

Kalau sedang melamun saya suka membayangkan enaknya hidup sebagai pensiunan: punya warung kelontong kecil merangkap sebagai marbot masjid. Tidak sekarang bro, tanggunganmu masih banyak yang belum kelar! Lanjut baca…

Share on Facebook

Bacalah dengan nama Tuhanmu


Kini saatnya membaca! Demikian kata hati saya sebulanan yang lalu. Tersebab pada suatu hari Minggu ketika tak ada kegiatan yang menyita waktu saya beberes rak buku yang lama terbengkalai. Dan benar saja, saya mendapati banyak buku yang masih tersegel plastik.

Adalah kebiasaan buruk saya ketika berkunjung ke toko buku membeli beberapa buku dan sampai di rumah ditumpuk saja dengan harapan kapan-kapan akan membaca buku-buku tersebut. Apa daya, prioritas membaca dikalahkan oleh aktivitas produktif yang lain. Bahkan pernah terbersit dalam fikiran kalau buku-buku tersebut akan saya baca dan nikmati kala masa pensiun nanti. Lanjut baca…

Share on Facebook

Nafar lebaran

Paska lebaran kemarin, Mas Suryat memanfaatkan sisa cuti yang diambil untuk melakukan kegiatan nafar lebaran di sebuah pondok pesantren (pontren) yang terletak di Jawa Barat bagian ujung Tenggara. Nafar arti harfiahnya rombongan, sehingga boleh dibilang kepergian Mas Suryat ke sana bersama ketiga temannya, disebut sebagai rombongan (kecil).

Dengan mengendarai Kyai Garuda Seta, mereka berangkat menjelang maghrib berbekal petunjuk arah Google Maps. Tengah malam telah sempurna, ketika mereka sampai di Pontren dan langsung menuju barak untuk beristirahat. Lanjut baca…

Share on Facebook