Batik Madrim

Namaku Batik Madrim. Jika engkau menyangka aku seorang gadis, itu salah. Memang sih, nama yang disematkan oleh ayahku itu berkonotasi feminin. Madrim adalah nama madu Dewi Kunti. Pandu – ayah para Pandawa – itu beristri dua, Kunti dan Madrim. Dari rahim Kunti lahir Puntadewa, Werkudara dan Janaka, sedangkan Madrim melahirkan kembar Nakula-Sadewa.

Aku lelaki tulen. Usiaku dua puluh tujuh tahun, umur yang cukup matang untuk menikahi seorang perempuan yang kelak menjadi ibu bagi anak-anakku. Tahukah engkau perempuan mana yang aku taksir? Lanjut baca…

Share on Facebook

Titi birahi

Dalam dua bulan terakhir ini Titi mengalami birahi untuk ketiga kalinya. Waktu ia birahi pertama kali sempat membuat kami bingung pada tingkah lakunya yang aneh. Dari referensi perkucingan, birahi pertama yang dialami oleh Titi tersebut ia belum layak dikawinkan dengan kucing jantan, sebab usianya belum genap setahun. Pernikahan dini, namanya.

Pada saat birahi seperti itu, Titi menjadi sangat cerewet dan sok akrab. Begitu namanya dipanggil ia akan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi sambil berteriak nyaring. Tak segan ia akan ndusel-ndusel ke tubuh kami, kepalanya ia gesek-gesekkan dan alamak, berisik banget suaranya. Ia akan sangat senang jika tubuhnya dielus-elus. Lanjut baca…

Share on Facebook

Gita Cinta-Rangga Dari SMA

Dalam sejarah perfilman Indonesia, ada dua film kategori remaja yang menyedot banyak perhatian penonton yakni Gita Cinta Dari SMA (GCDS) dan Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Jika diukur dengan periode umur saya, kedua film tersebut salah mangsa (salah waktu). Kok bisa?

Film GCDS yang dibintangi oleh Rano Karno dan Yessy Gusman tersebut diproduksi tahun 1979. Pada tahun 1979 saya masih kelas 5 SD, usia yang masih piyik untuk memahami kisah cinta remaja usia SMA. Kelak, saya akan menyaksikan GCDS saat diputar di TVRI beberapa tahun setelah film tersebut booming, sehingga terkesan menyaksikan film jadul.

Pada tahun 2002 lahir sebuah film remaja-romantis karya Rudi Soedjarwo yang dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo, judulnya AADC. Lagi-lagi salah mangsa, sebab pada tahun tersebut, jelas sekali saya ndak remaja lagi. Sudah tuwir. Lanjut baca…

Share on Facebook