The Padeblogan

no komen no krai

MARS

Saya ingin mengajak Anda bernostalgia sejenak ke era Orde Baru. Kita mengenang lagu mars dan jingle-nya. Zaman Orde Baru dulu kalau pemerintah melakukan sosialiasi program pembangunan selalu disertai dengan lagu mars dan jingle.

Saya masih ingat, ketika pemerintah Soeharto mencanangkan program Keluarga Berencana. BKKBN yang saat itu di bawah pimpinan Hayono Suyono telah berhasil mensukseskan program itu. Siapa sih, orang Indonesia seangkatan saya yang tidak kenal dengan lagu Mars KB, yang tiap hari diputar seusai warta berita RRI setiap jam-nya? Ini syair lagu mars KB itu :

Keluarga Berencana sudah waktunya, janganlah diragukan lagi. Keluarga Berencana besar maknanya, untuk hari depan nan jaya. Putra-putri yang sehat, cerdas dan kuat, kan menjadi harapan bangsa. Ayah ibu bahagia, rukun raharja, rumah tangga sehat sentosa.

Di kegiatan PKK desa dulu, ibu saya termasuk salah satu petugas PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana). Wah, betapa bangganya saya ketika melihat ibu berangkat ke tempat kegiatan PKK dengan seragam PLKB yang berwarna biru itu.

Program yang lain, seperti kesehatan untuk balita di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) yang tersebar sampai pelosok desa, juga karena disosialisasikan dengan lagu. Semua anak hapal dengan  jingle Posyandu ini :

Aku anak sehat, tubuhku kuat karena ibuku rajin dan cermat. Semasa aku bayi slalu diberi ASI makanan bergizi dan imunisasi. Berat badanku ditimbang slalu, POSYANDU menunggu setiap waktu. Bila aku diare ibu slalu waspada, pertolongan oralit slalu siap sedia.

Atau ketika ada pencanangan Program Wajib Belajar :

Mari kita laksanakan wajib belajar. Putra-Putri tunas Bangsa harapan Negara. Wajib belajar cerdaskan kehidupan bangsa, ‘tuk menuju masyarakat adil sejahtera. Gunakan waktumu, isilah hidupmu. Teruslah belajar, giatlah bekerja. Berantas kebodohan perangi kemiskinan. Menuju masyarakat adil makmur dan sejahtera.

Masih ingat, bagaimana rakyat berbondong-bondong ke TPS dulu? Apa karena pengaruh mars Pemilu ya?

Pemilihan Umum telah memanggil kita, seluruh rakyat menyambut gembira. Hak Demokrasi Pancasila. Hikmah Indonesia Merdeka. Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya, pengemban AMPERA yang setia. Di bawah Undang-undang dasar ’45. Kita menuju ke Pemilihan Umum.

Lalu, apakah kemenangan Capres-cawapres nomor 2 kemarin itu juga karena rakyat terbiasa mendengar jingle mie instan yang tiap hari ditayangkan di televisi ketika kampanye dulu?

Share on Facebook