The Padeblogan

no komen no krai

Buku-buku Laura Ingalls Wilder

Dulu ada film seri yang diputar di TVRI di hari Minggu judulnya Little House on the Prairie. Kisah-kisah dalam film seri tersebut diambil dari buku-buku Laura Ingalls Wilder ini. Ia selalu mengajarkan arti pentingnya sebuah perjuangan: rajin, kerja keras; penuh syukur; berani, penuh iman; optimis, yakin teguh; semangat, pantang mundur. Hidup itu harus berjuang dalam bentuk apa pun. Tantangan selalu ada, tak pernah berhenti. Itu yang paling mengagumkan dari Laura dan saudara-saudaranya.

Kini film seri itu lama tidak diputar di televisi nasional. Bagi Anda yang kangen dengan kisah Laura Ingalls bisa membaca di buku-bukunya, yang kembali diterbitkan oleh Penerbit Libri (Jakarta, 2011) di antaranya [Kamar Buku Padeblogan baru ada 5 dari 10 buku]:

Judul: Rumah Kecil di Rimba Besar • Tebal: 216 halaman

Hewan-hewan liar menggeram di kedalaman rimba di Wisconsin. Di rimba yang sama itu pulalah Laura Tinggal bersama Pa, Ma dan kedua saudarinya, Mary dan si bayi mungil, Carrie, di dalam pondok kecil yang terbuat dari kayu. Di sana Pa berburu dan memasang perangkap hewan, sementara Ma membuat keju dan kue. Sepanjang malam dingin, angin bertiup sepi. Namun, Pa memainkan biolanya dan bernyanyi, menjaga keluarganya tetap hangat dan aman. Inilah buku pertama dari seri Laura.

Judul: Rumah Kecil di Padang Rumput • Tebal: 334 halaman

Petualangan Laura berlanjut. Setelah Rimba Besar telah penuh sesak, Pa menjual rumah kecil mereka di sana dan membuat sebuah gerobak beratap kain terpal. Dari daerah Wisconsin, mereka berkelana menembus Iowa dan Missouri, masuk ke suatu wilayah Indian, di negara bagian Kansas. Di sini, Pa membangun sebuah rumah kecil di tengah padang rumput. Memulai hidup baru di wilayah asing dengan beratapkan langit tak berbatas. Kesulitan demi kesulitan menghadang mereka.

Judul: Anak Tani • Tebal: 366 halaman

Sementara Laura berkelana di daerah Barat, Almanzo, yang kelak menjadi suami Laura, tumbuh besar di suatu daerah pertanian besar di Malone, negara bagian New York. Hari-harinya dipenuhi dengan berbagai kegiatan dari melatih anak sapi, mencukur biri-biri, menggebuk gndum, sampai mengangkut kayu. Almanzo kecil belum dapat membuat keputusan sendiri ketik ia ditanya oleh ayahnya apakah ia mau bekerja di bengkel di kota.

Judul: Di Tepi Sungai Plum • Tebal: 362 halaman

Ditemani Jack, si anjing setia, gerobak kuda keluarga Ingalls kini menempuh perjalanan jauh kembali. Di lembah berbukit, di tepi sungai Plum, kelurga Ingalls memulai hidup baru. Setelah pindah dari daerah Indian, Kansas, kini mereka membangun rumah kecil yang baru di Minnesota. Keluarga ini menghadapi bahaya dan petualangan baru: hama belalang dan badai salju. Laura pun harus berhadapan dengan Nellie Oleson.

Judul: Di Pantai Danau Perak • Tebal: 366 halaman

Semakin jauh ke Barat. Itulah cita-cita Pa dan Laura. Derap pembangunan di daerah Barat membuka peluang bagi mereka untuk melanjutkan petualangan. Namun, Ma yang ingin agar anak-anaknya bersekolah kembali merasa bahwa kini sudah waktunya bagi mereka untuk menetap. Di wilayah baru, di Dakota Selatan, di tengah pembangunan jalur rel kereta api dan di pinggiran Danau Perak, keluarga ini mulai mencari tempat tinggal, suatu rumah kecil yang baru.

~oOo~

Laura Ingalls, gadis pionir favorit Amerika Serikat menuliskan pengalamannya ketika ia bersama keluarganya melintasi padang rumput, hutan, dan pegunungan di wilayah Wisconsin, Kansas, Minnesota, dan Dakota Selatan. Berkelana dengan menggunakan gerobak kuda tertutup terpal, ia menjadi salah seorang saksi mata pertumbuhan Amerika Serikat yang sedang berkembang menjadi suatu negara maju. Selain menjadi salah satu karya sastra terbaik di Amerika Serikat dan dunia, tulisannya sarat dengan pesan mengenai kerja keras, ketekunan, keberanian, tolong menolong, dan jiwa petualangan.

Share on Facebook