The Padeblogan

Panggonan Kyaine Ngudhar Rasa

Semangat Man Jadda Wajada

Sejak novel Negeri 5 Menara (N5M) menjadi best seller, istilah man jadda wajada (siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil) yang menjadi ruh dari N5M mudah kita temui dan dengar dalam percakapan sehari-hari bahkan kini banyak tertulis di badan truk atawa angkot. Bisa jadi man jadda wajada akan lebih membumi setelah penayangan film N5M (mulai diputar di bioskop per hari ini).

Tetapi sejatinya, man jadda wajada tidak berarti apa-apa jika hanya terucap saja tanpa adanya aksi/tindakan yang sungguh-sungguh. Anda yang sudah mengkhatamkan N5M pasti setuju dengan pendapat ini.

~oOo~

Saya hendak menceritakan kelanjutan cerita mengenai Ketika Lila tertarik masuk Boarding School. Berikut kutipan paragraf akhir artikel tersebut:

Dua malam sebelum pelaksanaan test akademik, Lila mengatakan kepada saya kalau ia mulai bimbang masuk boarding school. Saya tidak menanyakan alasannya, namun memberikan semangat kalau pertempuran baru dimulai. Dan lagi-lagi ia hanya tersenyum sambil nyeletuk: anggap aja sebagai try out ujian nasional, ya?

Saat ini Lila sedang menekuni soal-soal test masuk boarding school.

Buku-buku yang sifatnya inspiratif tak segan saya mewajibkan kepada Kika dan Lila untuk membacanya, termasuk buku N5M. Dan semangat man jadda wajada saya yakin telah nyanthol di hati dan benak mereka.

Tanpa beban, namun dengan kesungguhan ia lalui dengan baik test wawancara ketika proses seleksi di boarding school. Kemudian, di test tertulis pun demikian. Dan hasilnya? Alhamdulillah, Lila termasuk salah satu siswa yang diterima masuk boarding school tersebut (pengumuman dilakukan semalam pukul 23.54 bbwi).

Selanjutnya, bagaimana?

Apakah ia telah berketetapan hati untuk tinggal di asrama dan jauh dari orang tuanya? Rasanya kami kudu memompakan semangat man jadda wajada lagi kepada Lila, setidaknya untuk lebih berani mandiri, selain untuk menghadapi UN beberapa bulan mendatang.

Kapan-kapan saya ceritakan kelanjutan kisah ini.