The Padeblogan

no komen no krai

Persiapan masuk asrama

Mulai minggu kemarin Lila sudah mulai sibuk dengan berbagai persiapan masuk asrama untuk memulai kegiatan belajar-mengajar di SMP yang menjadi pilihannya. Ada dua hal pokok yang mesti disiapkan oleh Lila – sebagai murid baru, yakni mempersiapkan kelengkapan untuk masa orientasi serta melengkapi atawa menyiapkan beberapa tugas dan kelengkapan sekolah/asrama yang nantinya harus ia bawa.

Untuk masa orientasi, ia diwajibkan membaca buku Negeri Lima Menara (N5M) dan membuat resume-nya. Semingguan ini ia sibuk dengan kegiatan tersebut. Memang, dalam  buku N5M tersebut diceritakan bagaimana situasi saat pertama kali masuk pesantren, kehidupan di pesantren, cara belajar dan sebagainya. Saya yakin pesan moral man jadda wajada akan tersampaikan dengan baik bagi anak baru yang akan masuk asrama.

Bagaimana dengan persiapan tugas dan kelengkapan sekolah/asrama? Kami sudah mencicil menyiapkan segala sesuatunya. Sebenarnya yang kami lakukan adalah untuk memberikan dukungan penuh kepada Lila yang sudah mantap hati sekolah di As Syifa boarding school tersebut. Hari Sabtu kemarin, sengaja kami berkunjung ke boarding school tersebut untuk menanyakan beberapa hal yang belum kami mengerti terutama aktifitas di asrama nanti. Maklum, komunikasi antara sekolah dan murid selama ini menggunakan website sekolah.

Mungkin sedang liburan sekolah, sepanjang jalur Tol Sadang hingga Bandung (via Kota Subang) padat merayap. Waktu tempuh dari rumah ke As Syifa yang maksimal 2 jam, kemarin molor hingga 4 jam. 

Selain persiapan masa orientasi yang akan dilakukan tanggal 9 – 14 Juli 2012 nanti, murid baru mendapatkan tugas membawa beberapa jenis tanaman, beberapa buku bacaan/referensi untuk perpustakaan, juga beberapa barang untuk kegiatan bakti sosial.

~oOo~

Tadi siang, Lila pamit main ke rumah seorang temannya. Di sana, Lila and the gang kumpul. Sepulang dari main ia bercerita mengenai kelanjutan sekolah teman-temannya. Si A diterima di SMP anu, si B dan C di SMP sekian, si D, E, F masing-masing masuk pesantren X, Y, Z. Ia ceritakan semuanya dengan suara renyah.

~oOo~

Kebersamaan Kika dan Lila rasanya semakin lengket saja. Bisa jadi karena mereka akan berpisah. Pun ketika mereka bersama-sama membeli barang-barang untuk keperluan di asrama sehari-hari seperti perlengkapan tidur, perlengkapan makan, alat mandi, ember dan sebagainya.

“Piringnya yang warna merah ini aja, biar mècing dengan gelasnya,” usul Kika di sebuah toko yang menjual perlengkapan makan.

Lila menerima usulan itu dan mengatakan, “Ntar kalau kamu akan ngekos di Jogja, juga akan kayak aku gini.” Maksudnya, sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk hidup di asrama.

Share on Facebook