The Padeblogan

no komen no krai

Lila masuk asrama

Minggu, 08 Juli 2012

Pukul 16.00 para orang tua murid diminta agar meninggalkan asrama, karena para murid akan segera mengikuti kegiatan masa orientasi sekolah. Maka, yang terjadi adalah saling peluk tak sedikit yang menitikkan air mata haru karena harus berpisah dengan anak mereka yang rata-rata berusia 12 tahun itu, dalam jangka waktu yang relatif lama.

Lila terlihat cukup tegar dan siap berada di asrama sekolah selama 1001 malam hingga lulus SMP nantinya. Kami pun berusaha untuk tega dan ikhlas dan menerapkan ilmu TITIP-nya Ustadz Vizon, meskipun selama perjalanan pulang ke rumah kami susah mengatur gejolak rasa karena memikirkan Lila.

Kami tak tahu, tadi malam ia bisa tidur dengan nyenyak atawa tidak.

Untuk menghibur diri, saya membayangkan perilaku Lila seharian kemarin yang sangat menikmati suasana sekolah dan asramanya. Ia juga sangat antusias ketika mendapatkan informasi esoknya akan dilakukan camping bagi murid baru.

Oh and btw, tugas MOS-nya my-adorable-sistah, Lila, baca Negeri 5 Menara (sampai tuntas, tentu saja) lalu menulis ringkasannya. Astaga, menurutku itu keren. Ketika murid baru di sekolah lain pakai pita warna-warni di rambut, mengalungkan kardus bertuliskan nama, dan membawa benda yang aneh-aneh di hari pertama sekolah, si Lila malah disuruh mengumpulkan hasil ringkasan. Simple, tapi memperkaya jiwa dan pikiran para murid baru yang sudah menamatkan Negeri 5 Menara itu. ~Kika~

Sebulan lagi, kami mesti menjemputnya karena libur lebaran.

~oOo~

Sekitar jam 09.00 kami sampai di SMPIT As Syifa Boarding School. Langsung menuju asrama putri. Kamar Lila ada di lantai 2. Setiap kamar ditempati 12 anak. Di sana sudah disediakan tempat tidur susun dan kasurnya, lemari dua pintu (masing-masing anak mendapatkan ruang 1 pintu). Hari itu untuk pertama dan terakhir kalinya orang tua diperbolehkan masuk asrama, untuk sekedar membantu anak-anak mereka menata pakaian dan perlengkapan sekolah.

Suasana pagi itu seperti pindahan massal. Koper, kardus, kontainer plastik berseliweran dari parkiran menuju kamar-kamar asrama. Para orang tua antri di depan kasir koperasi sekolah, membeli berbagai macam perlengkapan sehari-hari yang lupa atawa belum dibawa dari rumah. Di sudut lain, murid-murid baru berjalan menuju lokasi tempat mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan sebelumnya: paket untuk bakti sosial, aneka tanaman untuk penghijauan dan buku-buku untuk menambah koleksi perpustakaan.

Selanjutnya dilakukan pertemuan antara pihak sekolah dan para orang tua murid untuk dijelaskan berbagai macam program sekolah, tata-kelola asrama dan peraturan-peraturan yang harus ditaati, dan terakhir secara simbolik dilakukan acara titip-terima anak kepada pihak sekolah.

Lil, belajar baik-baik ya…  

Share on Facebook