The Padeblogan

no komen no krai

Sepak terjang Jokowi dan cerita silat Kho Ping Hoo

Membaca berita sepak terjang Jokowi di media massa selama seminggu ini setelah ia resmi dilantik menjadi Gubernur DKI seperti membaca buku cerita silat karangan Pak SH Mintardja atawa Pak Asmarawan S. Kho Ping Hoo. Sulit ditebak, baik ritme gerakan silatnya maupun jalan ceritanya.

Tahan nafas karena penasaran. Enggan beranjak dari tempat duduk sebelum merampungkan – paling tidak, satu babak cerita.

~oOo~

Jokowi-Basuki, selepas dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI langsung tancap gas bekerja. Banyak yang bilang, pembagian tugas di antara mereka sudah ideal. Jokowi bergerak blusukan ke sejumlah kawasan di Jakarta, sedangkan Basuki njaga brok – lebih banyak diam di kantor – membenahi rumah tangga gubernuran.

Jokowi, sesuai dengan janjinya ketika kampanye dulu, akan banyak bekerja di lapangan dan yang penting ia akan mengambil keputusan dengan cepat. Masalah itu adanya di lapangan, makanya perlu keputusan yang cepat dan tepat. Kira-kira begitu kata Jokowi. Dan benar saja, Jokowi punya agenda yang sangat padat terutama kunjungan dadakan yang konon hanya ia yang tahu mau ke mana, bahkan ajudannya nggak tahu pasti agenda pasti sang gubernur baru.

Tanpa pengawalan yang ketat, tidak mengenakan seragam Jokowi menyisir kampung-kampung kumuh di bantaran kali yang saban tahun jadi langganan banjir. Dengan mengendarai mobil sewaan, ia melesat ke wilayah lain. Masih di seputaran bantaran kali Ciliwung dan Banjir Kanal Timur, ia perintahkan bawahannya untuk segera mengeruk sungai karena musim hujan sebentar lagi datang.

Saya bayangkan betapa sebelnya para kepala dinas ketika mengikuti irama rock ‘n rollnya Jokowi. Apalagi ketika Jokowi melakukan inspeksi mendadak ke Terminal Kampung Melayu, lalu naik ke salah satu bus kota yang usianya sudah sangat tua. Kemudian yang terjadi Jokowi perintahkan ini-itu karena kendaraan bus yang ia naiki itu sesungguhnya sudah nggak layak pakai.

Sepak terjang Jokowi yang lain adalah bertemu dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dua orang ‘aneh’ di negeri yang birokrasinya ‘nggak begitu normal’ ini menyita perhatian banyak orang. Keduanya bersepakat untuk bekerja sama dalam sejumlah proyek transportasi dan perumahan untuk rakyat miskin.

Masih tanpa pengawalan yang ketat, Jokowi datang ke acara musik JakJazz 2012. Ia duduk bersebelahan dengan Ireng Maulana. Jokowi tampak menikmati JakJazz. Dari atas panggung Indra Lesmana menyapa Jokowi, “Selamat datang Mister Jokowi!”

~oOo~

Saatnya Indonesia mempunyai pemimpin macam Dahlan Iskan atawa Joko Widodo ini, yang tahunya hanya kerja, kerja, kerja! Mereka terus bergerak, karena zamannya memang bergerak cepat. Siapa yang nggak ikut bergerak akan tertinggal jauh, bahkan bisa-bisa tergilas roda zaman.

Share on Facebook