THR#2

Ini kali kedua saya menulis tentang THR. Tulisan sebelumnya bisa dibaca di sini.

Sangat mengherankan bagi saya ketika minggu kemarin di Kota Lumbung Padi (tetapi punya seribuan pabrik) mereka yang mengatasnamakan gabungan beberapa serikat pekerja melakukan unjuk rasa besar-besaran menuntut THR sebesar 1.5 X gaji pokok. Tuntutan ini jelas bertentangan dengan Surat Edaran (SE) Menakertrans Nomor SE.03/MEN/VII/2013 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan dan Himbauan Mudik Lebaran Bersama. Dalam SE ini mengatur secara jelas bagaimana menghitung besaran THR dan kapan THR tersebut harus dibayarkan.

Konon, tuntutan tersebut ‘melunak’ sebab target unjuk rasa mereka adalah semua perusahaan membayarkan THR sesuai SE Menakertrans plus bingkisan lebaran bagi para karyawan. Tuntutan tersebut masih tak enak dirasakan karena dilakukan dengan aksi sweeping ke pabrik-pabrik.

Saya rasa, nekjika pemerintah daerah punya database perusahaan mana yang sudah/belum/tidak membayarkan THR bagi karyawannya, kecurigaan serikat pekerja bisa dihindarkan. Pemerintah daerah tinggal menegur dan memberikan sanksi bagi perusahaan yang tidak membayar THR bagi karyawannya.

Negeri ini memang sangat unik. Wong bulan puasa kok harga-harga kebutuhan pokok bisa melambung tinggi ya, bukankah sebagian rakyatnya melakukan puasa? Seharusnya konsumsinya lebih ngirit toh? Ini malah sebaliknya, boros. Pengendalian hawa nafsu yang menjadi ajaran utama berpuasa seolah diabaikan, mereka pada memborong kebutuhan pokok seperti besok mau kiamat. Idul fitri sebagai simbol kemenangan mengendalikan hawa nafsu, dirayakan dengan pemborosan yang luar biasa. Dengan latar belakang seperti itulah mungkin istilah THR lahir.

Kasihan betul dengan pekerja di sektor informal. Jangankan mendapatkan THR, upah yang sesuai dengan kaidah Upah Minimum Kabupaten/Kota pun belum mereka nikmati. Mereka – kaum pekerja sektor informal itu, jumlahnya jauh lebih besar daripada pekerja pabrik yang mekanisme penggajian plus tunjangannya jelas. Mereka mesti mengadu ke mana? Mereka juga berlebaran kok.

Bagi Anda yang sudah menerima THR maka bersyukurlah, setidaknya bulan ini punya gaji-ganda. Gunakan THR tersebut dengan bijak, sebab kebutuhan manusia nggak ada habis-habisnya.

Share on Facebook