Bergerak menuju ibu #2


Ibu menjadi tujuan akhir bagi anak-anaknya, sebab ia segalanya bagi mereka yang pernah lahir dari rahimnya. Sebetulnya tak perlu menunggu hari ini untuk mengenangnya. Bukankah saban hari mestinya tak melupakan segala perannya sebagai ibu, dengan mendoakan: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu-bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik dan mengasihiku waktu kecil.” [Karanganyar, 22 Desember 2015]

Rumah sepi. Seperti biasanya begitu. Bapak sedang tiduran di kamar, sementara ibu glenikan di dapur. Dan benar saja, ia sedang menghangatkan jangan gori yang dimasaknya kemarin sore.

Wis mangan?” sapanya selepas saya mencium tangannya.

Kemudian ia bertanya tentang perjalanan dari Karawang dan sebagainya yang intinya ia ingin memastikan kalau saya dan keluarga baik-baik saja. Lalu gantian saya menanyakan kondisi kesehatannya dan alhamdulillah semakin baik saja. Tak lama kemudian bapak ikut nimbrung obrolan kami.

Ibu selalu membikinkan kopi item sesuai takaran yang pas. Aromanya menguar menyegarkan mata. Rintik hujan di luar sana akan membikin minum kopi semakin nikmat.

“Ayam goreng ini bapakmu yang beli sore tadi,” ujar ibu.

Ekspresi bapak biasa-biasa saja. Saya membayangkan ketika bapak mengayuh sepedanya menuju warung ayam goreng di sebelah barat Stadion 45. Sebuah perpaduan yang sempurna: jangan gori, ayam goreng dan, tentu saja, kasih orang tua.

Melahap makanan yang disajikan oleh orang tua dengan rasa syukur adalah salah satu tanda bakti kepada mereka.

Selanjutnya kami ngobrol ngalor-ngidul sampai mata kami ngantuk.

“Besok selepas subuh aku mau ke Jogja” kata saya kepada ibu.

***

Akhir tahun ini jadwal Kika ujian, libur hanya di tanggal merah saja. Lila yang sudah libur sekolah ingin ikut ngekos mbakyunya itu.

Mereka sudah punya rencana sendiri selama libur akhir tahun ini, salah satunya nonton bioskop bareng. Ya, maklum saja kakak-beradik ini lama tak berjumpa. Biarkan saja untuk kangen-kangenan.

Senin kemarin pas Kika ujian, Lila ikut ke kampus. Selama Kika ujian, ia nunggu di Perpustakaan UGM. Siangnya kami janjian untuk bertemu di kosan, setelah itu keliling JOG untuk cari tempat makan siang yang enak.

Saya sekalian ngetes pengetahuan Kika tentang JOG, sejauh mana ia mengenal seluk-beluknya.

Share on Facebook