Sweet 17

Usia 17 bagi anak-anakku hanya perkara angka belaka, tak ada beda ketika mereka melewati usia-usia sebelumnya. Aku pernah menggoda mereka, apakah aku perlu  membuat perayaan khusus pada saat usia mereka 17 tahun? Mereka menggelengkan kepala.

Tetapi aku ingin memberikan hadiah kepada mereka di usia 17. Dalam hal pemberian hadiah, aku tak membedakan keduanya. Sama persis.

Aku memberikan hadiah berupa KTP dan SIM C.

Arkian, seminggu sebelum usia anakku tepat di 17 aku mulai mengurus administrasi ke Kantor Kecamatan dan Dinas Dukcapil. Tak terlalu rumit mengurusnya, bahkan relatif mudah persyaratannya: mengisi borang permohonan pembuatan KTP dengan dilampiri foto kopi Kartu KK dan akta kelahiran serta selembar pas foto.

Seminggu kemudian jadwal perekaman e-KTP. Pas di hari ulang tahunnya, anakku duduk dengan muka tegak untuk diambil foto yang nantinya akan disematkan di KTP. Untuk pertama kalinya, ia membubuhkan tandatangan di dokumen resmi yang diterbitkan oleh negara (meskipun ia telah punya paspor, tetapi di kolom tanda tangan dicap unable to sign).

Pulang dari dari Kantor Dinas Dukcapil wajah anakku sumringah sebab sebentar lagi ia memegang KTP.

Tak sampai satu minggu, KTP-nya pun telah jadi.

***

Lalu, bagaimana dengan SIM-nya? Ya, begitu mendapatkan KTP esoknya aku membawanya ke Polres untuk mengurus SIM C. Apakah ia sudah bisa naik motor?

Secara diam-diam ia belajar mengendarai motor dari teman-temannya, meskipun naik motor dalam jarak dekat, seperti dari sekolah ke tempat bimbel yang jaraknya tak sampai 200 meter. Apalagi tidak melalui jalan raya, hanya jalan kompleks perumahan yang agak sepi.

Pada suatu hari Sabtu yang kebetulan hari libur nasional, aku mengajaknya untuk belajar mengendarai motor. Lah, aku sedikit terkejut, kenapa ia bisa begitu lancar mengendarai motor.

Kini di dompetnya terselip KTP dan SIM C yang masih gres. Aku hanya berpesan ia kini punya tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan setahun belakangan. Secara administrasi negara ia telah diakui sebagai orang dewasa, yang punya hak dan kewajiban sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku.

Share on Facebook