Sambalewa

Hari ini saya tak mampu menaklukkan kemacetan Tol Japek yang hari-hari ini sedang ada proyek konstruksi Japek Elevated. Dalam kondisi normal, Bandara HLP bisa saya jangkau kisaran satu setengah jam, jika berangkat dari rumah. Potensi macet sebetulnya sudah saya perhitungkan, tetapi saya salah prediksi bahwa ternyata di hari Sabtu kepadatan lalin sama seperti hari kerja.

Perjalanan ke Jakarta saya tempuh dalam waktu lebih dari tiga jam. Jadwal pesawat saya ke Surabaya jam 15.45. Dan saya sampai di counter check in Bandara HLP jam 15.20. Pintu pesawat sudah ditutup, dan saya disarankan untuk ikut penerbangan berikutnya.

Untuk menghilangkan penat, saya pun mencari kopi hitam di sebuah coffee house. Berulangkali fikiran saya dikacaukan oleh dua macam nama kopi: espresso dan americano. Pernah tiga kali saya salah memesan espresso – padahal maksudnya jenis americano.

Kali ini saya tidak salah lagi, sebab dalam menu tertulis Americano: shot espresso yang ditambahkan air panas sehingga rasa kopi-nya tidak terlalu kuat. Ukurannya pun ada tiga macam: kecil, medium dan besar. Saya memesan ukuran medium.

Saya nikmati kopi hitam saya sambil menunggu panggilan boarding.

***

Begitu akan keluar dari ruang pengambilan bagasi, ada tujuh atau delapan counter taksi yang saling bersahutan menawarkan jasanya. Saya memilih si mbak yang membawa logo taksi warna biru. Ternyata mahal juga, dari bandara ke hotel tarifnya IDR 220 ribu.

Berdasarkan tracking di gugel, waktu tempuh sampai hotel sekitar 45 menit. Daripada bete, sepanjang jalan saya mengajak ngobrol supir taksinya. Kali ini saya memancing dengan pertanyaan sekitar kepemimpinan bu Risma.

Sangat positif responnya. Ia pemimpin yang sangat dicintai oleh rakyatnya.

Sekitar jam 9 malam, saya sudah masuk hotel tempat saya menginap di bilangan Jl. Embong Malang. Di sekitar hotel banyak sekali warung makan yang akan memanjakan perut lapar.

***

Saya pun keluar kamar untuk mencari makan malam dan pilihan saya pada sebuah makan khas Jawa Timur: Rawon Setan. Saya memesan rawon campur (nasinya dicampurkan langsung dengan kuah rawon) dengan minuman beras kencur panas.

Lauk yang disajikan membikin nafsu untuk melumatnya tanpa memperdulikan kadar kolesterol yang sangat tinggi. Tinggal pilih saja, ada lilitan usus, paru, telur asin, aneka gorengan, dan empal goreng. Untung saya tidak lupa membawa obat penawarnya.

Share on Facebook