Soto-soto

Setidaknya ada 4 (empat) warung soto langganan, saat kami berada di sekitar SOC-JOG.

Soto Ledokan

Warung soto ini berada di sekitar Tugu Kartasura. Dinamakan ledokan mungkin karena posisinya ada di bawah level jalan. Jadi untuk menuju meja warung, kita mesti turun tangga. Gus Dur pernah mampir di warung soto ini, sebab ada fotonya yang dipasang di dinding warung.

Kami biasanya mampir warung Soto Ledokan untuk menikmati makan malam setelah perjalanan dari KRW dan sudah sampai di KTS. Atau memang sengaja sarapan di sini sebelum keliling SOC dan sekitarnya.

Soto Segeer Hj. Fatimah

Cukup mudah menemukan warung soto ini, berada di Jl. Raya Boyolali-Semarang Kota Boyolali. Beberapa kali sarapan di warung soto ini selalu penuh dengan penikmat soto. Kadang mesti tunggu (tidak terlalu lama) sampai ada meja yang kosong.

Aneka lauk dan gorengan yang disajikan di meja tinggal pilih saja: tahu, tempe, perkedel, paru, udang, dll. Kami akan mampir sarapan di warung soto ini ketika perjalanan pulang ke KRW.

Di depan warung soto ini ada group musik keroncong yang menghibur para penikmat soto, dengan lagu-lagu kenangan.

Soto Segeer Mbok Giyem

Warung soto ini ada di mana-mana, sedangkan warung soto yang sering kami datangi yakni warung Soto Segeer Mbok Giyem sekitar Tugu Punokawan Klaten. Mampir warung soto ini pertama kali saat buka puasa dalam perjalanan JOG-SOC. Selanjutnya, jika dari JOG pagi kami akan mampir sarapan soto di sini.

Ada aneka lauk dan gorengan yang disajikan di meja tinggal pilih saja: tahu, tempe, perkedel, paru, dll. Minuman favorit saat sarapan teh manis panas.

Soto Sedaap Boyolali

Meskipun namanya ada Boyolali-nya, warung soto ini terletak di Jl. Pemuda Kendal. Selain soto, warung ini menyediakan tengkleng.

Kami makan di warung ini, memang diniatkan akan mampir ketika perjalanan pulang ke KRW. Karena sampai di warung ini agak siangan, maka mengisi perut untuk sarapan sekaligus makan siang.

Aneka lauk dan gorengan yang disajikan di meja tinggal pilih saja: tahu, tempe, perkedel, paru, dll.

Di depan warung soto ini ada group musik keroncong yang menghibur para penikmat soto, dengan lagu-lagu kenangan.

***

Jumat, 29 Desember 2017

Dalam perjalanan pulang ke KRW, saya tidak mampir di Soto Hj. Fatimah karena kesulitan parkir. Sebetulnya ada space parkir tetapi jauh lokasinya. Posisi Kyai Garuda Seta mesti dekat dan termonitor oleh mata saya karena saat itu ada 4 (empat) kucing di kabin Kyai Garuda Seta. Pada saat parkir saya akan buka sedikit kaca mobil untuk memberikan pasokan oksigen kepada para kucing.

Iseng-iseng cari warung soto yang lain, sampai-sampai saya salah belok jalan dan dihentikan oleh pak Polantas Boyolali. Ditilang? Tidak. Saya memberikan penjelasan apa adanya dan dipersilakan meneruskan perjalanan.

Karena perjalanan sangat lancar (tumben) maka kami pun makan di Soto Sedaap Boyolali Kota Kendal. Tak lupa, saya menikmati tengklengnya.

Salam soto seger dan sedap!

Share on Facebook