Wisuda

Lelaki setengah baya memandangi anak perempuannya yang tengah menikmati makan malam bersamanya. Tak terasa anakku sudah dewasa, berasa baru kemarin aku menimangnya sambil menyanyikan lagu Kupu-Kupu yang Lucu.

“Kenapa ayah memandangku seperti itu?”

“Ah, enggak. Ayah senang saja, kamu makan demikian lahap.”

Suasana kembali hening. Lelaki itu mengarahkan pandangan matanya ke luar ruang. Banyak bintang bertaburan di sana. Sejurus kemudian, ia sapukan mata ke seluruh ruangan restoran yang berada di rooftop itu.

Di sisi kanan ada sepasang suami-istri yang tengah merayakan ulang tahun perkawinan keduapuluh tiga, dengan candle light dinner. Beberapa foto jadoel mereka dipajang di atas meja. Agak jauh dari duduk mereka, sepasang muda-mudi yang mungkin tengah merayakan hari jadi.

“Kamu sudah punya pacar, Nduk?” Lanjut baca…

Share on Facebook

Satron #2

Paijo duduk di sofa. Ia mencoba menyalakan televisi, namun ia mengurungkan niatnya itu. Ia tak boleh terlena. Ia ingin melanjutkan aksinya.

Akhirnya ia mendapatkan beberapa barang berharga seperti laptop dan kamera DLSR. Di dekat meja setrika ia mendapati kantong londre, yang ia manfaatkan untuk menaruh barang-barang hasil curian.

Ia pun segera mengontak temannya supaya segera menjemputnya di depan rumah Lik Sukar. Paijo hilir mudik di garasi, gelisah menunggu kedatangan temannya.

***

Sepasang mata milik seorang lelaki mengamati perilaku Paijo yang gelisah menunggu temannya. Ia mengintai semenjak Paijo masuk rumah Lik Sukar lewat atap rumah. Ia tak mau ambil resiko, kuatir kalau Paijo membawa senjata dan menembak dirinya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Satron #1

Kemarin – selama seminggu, Lik Sukar liburan tahun baru sekitaran SCO-JOG. Seperti kebiasaannya kalau meninggalkan rumah cukup lama, ia akan berpamit kepada Pak RT dan tetangga terdekat. Sudah puluhan tahun SOP-nya seperti itu dan aman-aman saja.

***

Siang yang terik membuat orang-orang malas keluar rumah. Situasi yang sepi semacam itu dimanfaatkan oleh Paijo untuk melakukan pengintaian terhadap rumah yang ditinggalkan penghuninya. Ia cukup yakin, kalau rumah Lik Sukar suwung. Setidaknya, sudah tiga hari ia mengintainya.

Maka, pada malam keempat ia akan mengeksekusi rencana menyatroni rumah Lik Sukar. Plan A dan Plan B sudah ia hapalkan di benak, termasuk jalur pelarian jika kepergok warga. Lanjut baca…

Share on Facebook