Pas tidak Legi

Kika pernah bercerita kalau ia pergi ke Pasar Kotagede. Ceritanya seru, karena ia seperti melihat pasar zaman dulu yang sesungguhnya: tukang obat menjajakan dagangannya dengan cara atraktif di sebelah tukang ramal nasib orang, para pedagang burung hias dikerumuni pecinta hewan berkicau itu di sisi barat pasar, serta pedagang barang yang unik lainnya.

Saya pun terprovokasi ingin mengunjungi pasar tradisional tertua yang dibangun di abad 16 tersebut.

Pas hari Minggu kunjungan ke Jogja, kami berempat nge-grab ke Pasar Kotagede. Sekira jam 9-an pasar kok sepi. Usut punya usut dengan bertanya kepada para pedagang di sana, pasar ini ramai kalau pas pasaran Legi. Kami datang ke sana hari Minggu Paing. Benar saja, ketika melihat tulisan di pintu masuk: Pasar Legi Kotagede. Lanjut baca…

Share on Facebook

Gita Cinta-Rangga Dari SMA

Dalam sejarah perfilman Indonesia, ada dua film kategori remaja yang menyedot banyak perhatian penonton yakni Gita Cinta Dari SMA (GCDS) dan Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Jika diukur dengan periode umur saya, kedua film tersebut salah mangsa (salah waktu). Kok bisa?

Film GCDS yang dibintangi oleh Rano Karno dan Yessy Gusman tersebut diproduksi tahun 1979. Pada tahun 1979 saya masih kelas 5 SD, usia yang masih piyik untuk memahami kisah cinta remaja usia SMA. Kelak, saya akan menyaksikan GCDS saat diputar di TVRI beberapa tahun setelah film tersebut booming, sehingga terkesan menyaksikan film jadul.

Pada tahun 2002 lahir sebuah film remaja-romantis karya Rudi Soedjarwo yang dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo, judulnya AADC. Lagi-lagi salah mangsa, sebab pada tahun tersebut, jelas sekali saya ndak remaja lagi. Sudah tuwir. Lanjut baca…

Share on Facebook

Saksi mata GMT 2016

Akhirnya Kota Palembang (PLM) menjadi destinasi saya untuk menjadi saksi mata GMT 2016. Selain dekat dengan Jakarta, beberapa fasilitas di Palembang nanti lebih mudah saya dapatkan. Untuk hotel saya mendapatkan rate khusus, sebab hotelnya masih satu group dengan perusahaan tempat saya bekerja selama ini. Sedangkan untuk kendaraan yang akan saya gunakan selama di sana difasilitasi oleh adik saya yang pernah berdinas di Palembang, melalui jalur pertemanannya.

Hari Selasa (08 Maret 2016) sekira jam 19.30 WIB saya tiba di Bandara PLM dan dijemput oleh mas Hendra. Karena perut lapar kami mampir di sebuah rumah makan khas masakan pindang. Mayan enak. Sampai di hotel langsung istirahat, sebab esok jam 06.00 WIB kudu sudah berangkat menuju Jembatan Ampera, sebab di sini akan diadakan Festival GMT 2016.  Lanjut baca…

Share on Facebook