Pas tidak Legi

Kika pernah bercerita kalau ia pergi ke Pasar Kotagede. Ceritanya seru, karena ia seperti melihat pasar zaman dulu yang sesungguhnya: tukang obat menjajakan dagangannya dengan cara atraktif di sebelah tukang ramal nasib orang, para pedagang burung hias dikerumuni pecinta hewan berkicau itu di sisi barat pasar, serta pedagang barang yang unik lainnya.

Saya pun terprovokasi ingin mengunjungi pasar tradisional tertua yang dibangun di abad 16 tersebut.

Pas hari Minggu kunjungan ke Jogja, kami berempat nge-grab ke Pasar Kotagede. Sekira jam 9-an pasar kok sepi. Usut punya usut dengan bertanya kepada para pedagang di sana, pasar ini ramai kalau pas pasaran Legi. Kami datang ke sana hari Minggu Paing. Benar saja, ketika melihat tulisan di pintu masuk: Pasar Legi Kotagede. Lanjut baca…

Share on Facebook

Saksi mata GMT 2016

Akhirnya Kota Palembang (PLM) menjadi destinasi saya untuk menjadi saksi mata GMT 2016. Selain dekat dengan Jakarta, beberapa fasilitas di Palembang nanti lebih mudah saya dapatkan. Untuk hotel saya mendapatkan rate khusus, sebab hotelnya masih satu group dengan perusahaan tempat saya bekerja selama ini. Sedangkan untuk kendaraan yang akan saya gunakan selama di sana difasilitasi oleh adik saya yang pernah berdinas di Palembang, melalui jalur pertemanannya.

Hari Selasa (08 Maret 2016) sekira jam 19.30 WIB saya tiba di Bandara PLM dan dijemput oleh mas Hendra. Karena perut lapar kami mampir di sebuah rumah makan khas masakan pindang. Mayan enak. Sampai di hotel langsung istirahat, sebab esok jam 06.00 WIB kudu sudah berangkat menuju Jembatan Ampera, sebab di sini akan diadakan Festival GMT 2016.  Lanjut baca…

Share on Facebook

Pelaut Tua itu masih berlayar

Seminggu ke depan aktivitas saya mengikuti Diklat Ahli Kepelabuhan Indonesia, bertempat di sebuah hotel yang tak jauh dari Istana Negara. Diklat ini diadakan oleh Kementerian Perhubungan RI dan PKSPL IPB, diikuti 40-an peserta dari seluruh Indonesia.

***

Pelajaran IPS zaman sekolah dulu masih terngiang di benak saya. Letak geografis Indonesia sangat strategis, yakni berada di antara dua benua yakni Asia dan Australia serta di antara dua samudera yakni Atlantik dan Hindia. Luas wilayah Indonesia 2/3 di antaranya berupa lautan. Waktu itu pengetahuan tentang kelautan saya hanya sebatas itu saja.

“Tak hanya sebatas itu, mas!” kata Pelaut Tua mengejutkan saya yang tengah berkonsentasi mengikuti paparan dari pengajar. Lanjut baca…

Share on Facebook