Kodok ngorek milik Pak Presiden

Lik Mujiman leyeh-leyeh sejenak setelah matun sawahnya yang tak begitu luas. Matun adalah salah satu kegiatan bertani yakni menyiangi/mencabut rumput yang tumbuh setelah beberapa minggu padi ditanam. Tujuan matun supaya rumput tersebut tidak mengambil nutrisi padi. Lik Mujiman tidak membuang rumput yang telah dicabutnya itu ke pematang sawah, melainkan membenamkan ke dalam lumpur sawahnya sebagai pupuk tambahan. Lanjut baca…

Share on Facebook

Pawuhan

Di masa kecil saya dulu perkara sampah belum menjadi isu yang merepotkan bagaimana mengelolanya. Orang zaman itu cukup sederhana dalam memperlakukan sampah rumah-tangga dan sampah yang ada di sekitar rumah seperti daun-daun kering yang gugur dari pohon yakni dengan membuat pawuhan di halaman atau kebun belakang rumah.

Pawuhan (pa-wuh-an) adalah galian/lubang tanah yang dimanfaatkan sebagai tempat sampah, ukurannya macam-macam misalnya 1 X 1 X 1 m3. Zaman itu belum banyak sampah plastik, sehingga pawuhan sangat efektif sebagai tempat sampah. Jika pawuhan sudah penuh, maka ditutup dengan tanah dan akan membuat pawuhan di tempat lain. Setelah beberapa lama bekas pawuhan tersebut kadang dimanfaatkan untuk media tanam pohon buah-buahan.  Lanjut baca…

Share on Facebook

Mereka membuat resume seminar

Para siswa SMA Negeri 1 Karanganyar yang kemarin dulu mengikuti Seminar Motivasi, diminta untuk membuat resume materi yang disampaikan dalam seminar tersebut. Nantinya akan dipilih 5 (lima) resume terbaik dan mereka yang terpilih akan mendapatkan hadiah. Kalau tidak salah, pengumunan resume terbaik akan dilakukan pada akhir Februari atau awal Maret 2016.

***

Sehari atau dua hari setelah acara seminar ada beberapa pesan yang masuk ke inbox saya dari para siswa yang menanyakan hal-hal yang terkait materi seminar. Ada yang melakukan konfirmasi apa betul materi yang ia tangkap. Berdasarkan pengalaman dalam berseminar materi yang terserap oleh peserta seminar paling kisaran 20%-an saja. Lanjut baca…

Share on Facebook