Mendut – Pranacitra itu nyata atau dongeng belaka?

Pada suatu makan siang, Mas Suryat didaulat oleh sahabatnya untuk menceritakan sebuah kisah Romeo dan Juliet pada zaman Mataram dulu yakni Rara Mendut dan Pranacitra. Bukan tanpa alasan sahabatnya itu bertanya kepada Mas Suryat, sebab untuk urusan perdongengan semacam itu kadang Mas Suryat menyimpan cerita yang berbeda dengan yang beredar selama ini.

“Bukan karena ini pas Februari yang katanya bulan cinta sebab di sana ada satu hari yang sering dirayakan sebagai Hari Valentine, mbok saya dikasih pencerahan tentang dongeng Rara Mendut dan Pranacitra, toh Mas.”

Mas Suryat mengambil jeda sejenak, sebab perlu menelan makanan yang telah dikunyahnya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Pak Parmin mendongeng matematika

Bagi yang tidak menyukai pelajaran Matematika, istilah matematika diplesetkan dengan kepanjangan: makin tekun makin tidak karuan. Ya, tidak semua guru matematika bisa mengajarkan kepada muridnya bahwa matematika itu menyenangkan.

Ketika saya kelas 2 SMA, guru matematika saya bernama Pak Suparmin yang gemar bercerita kisah lucu sebagai selingan saat mengajar hitungan yang cukup rumit. Tak jarang juga ia mendongeng, yang ceritanya tak jauh-jauh dengan urusan matematika.

Pada suatu hari, Pak Parmin memberikan kami sebuah PR menghitung jumlah butir beras yang beratnya 1 kg. Esok harinya, ternyata jumlah hitungan kami berbeda-beda, berkisar 35.000 – 45.000 butir/kg.

Jumlah butiran besar tadi oleh Pak Parmin ditulis di papan tulis. Kemudian ia mendongeng asal-usul permainan catur. Lanjut baca…

Share on Facebook

NDL

Jangan diklik

Saya ketawa ngekek ketika mendengar seorang kawan melemparkan istilah ndlodok,  ndlèdèk, ndlèwèr, ndlidir, ndlosor, ndlesep atau pun ndlongop. Sesekali kawan saya itu misuh dengan kata-kata khas Solo dan sekitarnya seperti ndladhuk, ndlogok, atau ndlègèk.

Lama sekali saya tidak mendengar lagi  istilah ndlodok dalam percakapan di pergaulan saya. Orang bergaya cuek bisa disebut sebagai orang yang ndlodok, terutama kenakalannya dalam mengucapkan sesuatu yang nyleneh tanpa beban.  Anda boleh bereaksi marah, jengkel, gemas atau bahkan sebal dengan gaya ndlodokan mereka, tetapi sebenarnya mereka bermaksud baik, kok. Itulah ciri khas ndlodok. Lanjut baca…

Share on Facebook