Kawasan Industri itu seperti Universitas

Setiap kali menyambut dan memandu kunjungan industri oleh para mahasiswa ke Kawasan Industri (tempat saya bekerja) saya selalu mengatakan kalau semua disiplin ilmu ada di dalam Kawasan Industri. Dan tak berlebihan jika Kawasan Industri itu seperti Universitas sebab semua ilmu dapat diterapkan dalam pembangunan dan pengembangan Kawasan Industri.

Apakah Kawasan Industri itu, bisa dibaca di sini. Lalu, mengapa harus membangun pabrik di dalam Kawasan Industri, silakan membaca artikel ini. Lanjut baca…

Share on Facebook

Sekarang punya internet (lagi)

Akhir bulan lalu saya mulai pindah rumah, tak jauh dari rumah sebelumnya. Sekira 2 km saja. Lokasi rumah yang sekarang suasananya “lebih kota” kalau diukur dari segi kelengkapan fasilitas sosial/umum seperti pasar, mall, masjid raya, beberapa minimart dan warung makan. Tetapi saya tak menyangka kalau fasilitas telekomunikasi relatif kurang memadai.

Signal di ponsel seringnya mendapatkan “E” dibandingkan “H+”, padahal rumah saya terletak di antara dua BTS. Hmm, jangan-jangan lokasi rumah saya itu terletak persis di ujung “irisan” cakupan signal. Melihat kondisi semacam ini, saya pun mempercepat proses kepindahan jaringan telepon rumah sekaligus internet speedy-nya dari rumah lama. Lanjut baca…

Share on Facebook

Calo tiket

Mulai hari ini, 15 Februari 2015 Kemenhub meniadakan penjualan tiket langsung di Bandara, salah satu alasan untuk menghilangkan calo tiket. Namun, aturan tersebut ditunda hingga tiga bulan ke depan.

Tanya mengapa?

Saya tak tahu persis alasan pengunduran tersebut. Mungkin agak rumit urusannya, sebab kebijakan tersebut akan menghilangkan satu mata rantai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan percaloan tiket pesawat. Saya punya pengalaman menarik mengenai hal ini.

Pada suatu ketika saya akan pergi ke SOC, sudah punya tiket yang saya pesan melalui agen travel online langganan saya. Kok ndilalah, saya terlambat sampai di CGK. Tentu saja tiket saya tadi menjadi hangus. Perjalanan ke SOC berikutnya, ada di dua maskapai penerbangan. Saya datangi loketnya, dan menurut petugasnya tidak ada tiket lagi.

“Butuh tiket ke SOC, Mas?” sapa seseorang dengan ramah ketika saya beranjak dari loket. Lanjut baca…

Share on Facebook