Drama di depan mesin ATM

Di kota Karawang, setiap tanggal 25 hingga akhir bulan bulan ada fenomena menarik terutama di sekitar areal Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yaitu antrian panjang mengular. Pasalnya, pada tanggal-tanggal tersebut para karyawan yang bekerja di pabrik menerima gaji bulanan mereka.

Oh ya, sekarang memang tidak zamannya lagi menerima gaji dengan sistem tunai. Bagi perusahaan yang mempunyai karyawan ribuan tentu saja sangat merepotkan kalau harus menghitung satu-persatu jumlah uang yang harus diterima masing-masing karyawan, meskipun tidak dipungkiri masih ada juga perusahaan yang menerapkan sistem penggajian seperti itu.

Pada saat mengantri di depan ATM diperlukan bekal kesabaran yang sebanyak-banyaknya, karena waktu untuk mengantri ATM di tanggal-tanggal tersebut di luar kewajaran (melebihi rata-rata waktu yang dibutuhkan ketika menggunakan mesin ATM). Berdasarkan pengamatan saya selama ini, ada beberapa hal yang menyebabkan kenapa orang berlama-lama di depan ATM. Lanjut baca…

Share on Facebook

Dan kami pun mengungsi

Sungguh tiada terbayang sebelumnya kalau kompleks perumahan kami bakal kena banjir. Tujuh belas tahun saya tinggal di Karawang, baru sekali ini merasakan nikmatnya kebanjiran. Jika selama ini cuma menyaksikan tayangan televisi atawa membaca surat kabar, kini saya merasakan disapa oleh makhluk ciptaan Tuhan yang bernama air, dalam jumlah yang sangat banyak.

Air pertama kali menggenangi jalan di depan rumah sangat lambat debitnya. Dengan pengukuran yang sederhana, saya mencatat air naik ke permukaan rata-rata 2 cm per jam. Ketika rumah-rumah mulai tenggelam, aliran listrik diputus oleh PLN. Hape lo-bet, tak ada listrik untuk nge-charge. Komunikasi terganggu. Dengan keterbatasan battery di laptop, saya kabarkan kebanjiran ini! Lanjut baca…

Share on Facebook

Kebanjiran!

Pelan tapi pasti, air Sungai Citarum naik 2 cm per jam yang akhirnya menyentuh lantai rumah. Seperti yang dilansir oleh Metro TV, banjir yang terjadi di Karawang akibat meluapnya Sungai Citarum selama empat hari, di mana pada Ahad (21/3) ini telah merendam lebih dari 5.000 rumah penduduk di tujuh kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Lanjut baca…
Share on Facebook