Miss Jengkol

Saya akan bercerita tentang pengalaman kuliner. Bukan untuk menyaingi mas Iksa yang memang  top-markotop  kalau mengulas jerohan-kuliner seperti Pak Bondan yang Mak Nyuss itu.

Nama warung ini Nasi Uduk Kertabumi, yang kebetulan berada tepat di pinggir Jl. Kertabumi Karawang. Saya sering makan di sini, jika pulang kantor agak malam. Ya, warung ini buka hanya malam hari saja. Semalam, warung ini ramai seperti biasanya. Saya pesan nasi uduk, dengan lauk ayam semur, tempe goreng dua biji, perkedel dan bihun. Cukup mengenyangkan perut saya, tentunya. Baru mendapatkan tiga suap, datang sepasang cewek cantik, wangi, berseragam biru khas Bank Anu. Salah satu dari mereka wajahnya familiar bagi saya, ya dia ini seorang teller bank tersebut. mBak Teller duduk di sebelah saya. Dia pun mulai pesan makanan. Bapak yang punya warung segera mengelap piring dan mengisinya dengan nasi uduk. Lanjut baca…

Share on Facebook

Doa Penglaris Dagangan

Setiap pedagang selalu berharap agar barang dagangannya laris terjual. Beberapa hari ini saya mengamati seorang pedagang, yang sehari belum tentu mendapatkan pembeli. Ia berdagang perlengkapan kematian: kain kafan kapan super, tikar super, dan lain-lain yang super tentunya.

Foto di atas, saya ambil di depan Pasar Baru Karawang tempat mangkalnya sehari-hari. Jodoh, rejeki dan mati di tangan Tuhan tetapi manusia punya pilihan untuk mengusahakannya.

Dan pedagang yang ini mendapatkan rejekinya dari sebuah kematian. Lanjut baca…

Share on Facebook

Kuliner Karawang Semakin Semarak

Dahulu, sepuluh tahun lalu, pilihan tempat makan di Karawang sangat sedikit, seperti Pepes Walahar, RM Alamsari dan RM Dukuh. Perkembangan industri di Karawang bagian selatan ikut memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena semakin banyak karyawan pabrik yang mengambil tempat tinggal di sekitar Kota Karawang. Sepertinya hal ini yang menjadi pertimbangan RM Alamsari mengembangkan bisnisnya dengan membuat rumah makan di interchange Karawang Barat.

Pengamatan saya, rumah makan ini tidak pernah sepi, apalagi kalau hari jumat malam, penuh dengan karyawan pabrik dan hari minggunya tidak sedikit keluarga yang menikmati makan di sana. Pertumbuhan tempat makan sangat cepat, bermunculan dengan konsep sama dengan Alamsari. Tapi tidak sedikit rumah makan yang gulung tikar.

Beberapa waktu lalu, dibuka RM Lebaksari Indah dan RM Dewi Air, dua-duanya ada di interchange Karawang Barat dan cukup ramai dikunjungi penikmat makanan berkantong tebal.

Entah ini karena pengaruh acara kuliner yang hampir setiap hari ada di TV atau karena memang permintaan pasar, tempat makan di Kota Karawang semakin banyak pilihan terutama warung-warung tenda.

Pertumbuhan ini dimulai ketika warung tenda tergusur dari Resinda, beberapa di antaranya menyebar di sepanjang interchange Karawang Barat sebut saja depan kantor pajak, di depan Graha Karawang (termasuk di seberangnya) atau di depan Perum. Karaba Indah.

Tidak kalah pesatnya, pertumbuhan warung tenda di sekitar bunderan RSUD, hal ini menambah lengkapnya tempat kuliner selain Bakso Malang Resto yang telah ada duluan. Dari bunderan ada Zien Café & Resto (baru beberapa hari ini dibuka), RM Tenda Biru,  sebelah Bakso Malang ada RM Kangen, yang menjual konsep makanan khas Sunda dengan lesehan. Di seberangnya terdapat lahan kosong yang disulap menjadi areal khusus warung tenda (ada tempat lain yang seperti ini yaitu di seberang pintu masuk Resinda).

Di sekitar foodcourt Galuh Mas juga banyak warung tenda, bahkan dibuatkan tempat khusus. Lalu makanan apa saja yang dijual di warung tenda tersebut? Macam-macam, kita tinggal memilih sesuai selera : sate maranggi, bebek bakar/goreng, sea food, makanan sunda/jawa, dan lain-lain.

Tempat kuliner yang saya rekomendasikan untuk Anda datangi : Bakso Malang Resto, Bakso Soponyono Perumnas Telukjambe, Alun-alun Fried Chicken, Nasi Goreng 99 dekat Kantor Dinas Perindustrian, Sate Solo Pak Min dekat jembatan gantung, Tongseng Pak Dadi, sebelah masjid Raya Telukjambe, Soto Lamongan sebelah kolam renang Prakasa, Bakmi Jawa depan Toko GM Fashion, Tongseng/Gulai Gunung Kidul Jln. Niaga, Nasi Kucing plus wedang jahe depan kantor PLN, Wedang Ronde depan RS Bayukarta, Seafood depan gereja Jl. Kertabumi, bebek bakar Favorit depan Bank Simas, nasi uduk pasar baru (kalau pagi), bubur ayam telur puyuh depan kantor Telkom Alun-alun (kalau pagi), Aneka Rasa (masakan jawa) Jl. Juanda, mie/bubur ayam Bandung depan pasar baru, depan BNI atau GOR, gado-gado mang Saat depan toko Hari-Hari Jl. Tuparev, bubur kacang ijo depan stasiun, atau barangkali Anda bisa memberikan informasi tambahan ke saya?

Share on Facebook