No Woman No Drive

Untuk urusan nyetir mobil, perempuan Indonesia jauh lebih beruntung dibandingkan dengan perempuan Saudi Arabia. Sebagaimana diberitakan di beberapa media, perempuan Saudi Arabia dilarang mengemudi kendaraan bahkan untuk tertutup untuk mendapatkan SIM. Salah seorang ulama Saudi Arabia memfatwakan kalau mengemudi kendaraan dapat menyebabkan rusaknya indung telur dan panggul.

Lihat para perempuan di negeri ini kala mereka mengemudikan kendaraannya. Bisa bergaya semaunye, mbak bro! Tak ada batasan, asal mereka punya SIM dan mematuhi peraturan lalu lintas silakan melaju di jalan raya. Lanjut baca…

Share on Facebook

How to act Indonesian

Bukan saya mau ndakik-ndakik bikin postingan pakai bahasa Inggris. How to Act Indonesian adalah judul video yang diunggah oleh perempuan bule yang bernama Sacha Stevenson yang berasal dari Kanada. Kalau Anda suka nonton tipi nasional, perempuan ini pernah menjadi presenter acara Wara-Wiri bersama Komeng dan Adul. Ia fasih berbahasa Indonesia (katanya belajar secara otodidak dari Majalah Bobo), karena sudah lebih sepuluh tahun tinggal di negeri yang sangat difavoritkannya itu.

Kembali ke How to Act Indonesian. Dari beberapa referensi yang saya baca, Sacha sangat mencintai Indonesia. Sebuah negeri yang dianugerahi Tuhan kekayaan alam, adat, suku bangsa, dan budaya. Namun sayangnya, masyarakat dan pemerintah Indonesia seolah tak bisa mensyukuri hal itu. Di video How to Act Indonesian, ia menyindir masyarakat Indonesia. Lanjut baca…

Share on Facebook

Soebagijo IN, wartawan yang sejarawan

Bareng Gerakan Tiga-A wis dibubarake, Bung Karno ngusulake nyang pemerintah Militer Jepang lumantar Shimizu, supaya ing tanah Jawa diedegake gerakan massa, gerakan rakyat. Usul ditampa, mung bae gerakan sing diedegake kuwi tujuwane: mbiyantu Perang Asia Raya. [Subagijo IN dalam Gempilan Sejarah: 3,5 Taun Dijajah Jepang, Empat Serangkai, Pemberontakan PETA – Majalah Bahasa Jawa Panjebar Semangat No. 38 – 21 September 2013]. 

Itulah tulisan terakhir Soebagijo IN yang saya baca sebelum ia meninggal dunia minggu lalu dalam usia 89 tahun. Di akhir tulisan tersebut ditutup dengan (Ana Tutuge) yang artinya masih ada kelanjutannya.

Saya mengenal nama Soebagijo Ilham Notodidjojo sejak SMA karena Bapak langganan koran Suara Merdeka. Saban edisi Minggu, ada kolom Soebagijo IN yang rasa bahasa tulisannya sangat renyah dan mudah dicerna. Saya banyak belajar sejarah dari tulisan-tulisan Soebagijo IN tersebut. Lanjut baca…

Share on Facebook