Cara menyegarkan fikiran

Jadwal diklat kali ini cukup padat. Kelas dibuka jam 7.30 dan akan berakhir jam 21.00 WIB. Meskipun akses internet sangat mudah didapatkan, main ponsel selama kelas berlangsung rasanya tidak sempat, sehingga mau tidak mau sekedar membaca email atau memantau pekerjaan kantor yang saya tinggalkan nanti dilakukan pada saat istirahat makan siang atau makan malam.

Karena peserta diklat dari berbagai wilayah di Indonesia, cara mereka menyegarkan fikiran di malam hari sehabis jadwal diklat bermacam-macam. Lokasi diklat memang sangat strategis, ada di jantung Jakarta. Mau ke arah mana pun mudah untuk mendapatkan hiburan untuk menyegarkan fikiran.

Kebetulan di depan tempat diklat ada sebuah mal. Tinggal menyeberang melalui jembatan penyeberangan busway. Di sana saya mencari hiburan untuk menyegarkan fikiran: nonton bioskop. Dua malam berturut-turut saya menyaksikan film yang berbeda. Jika gedung bioskop tersebut mempunyai lima studio, bisa jadi kelimanya saya masuki semua. Lanjut baca…

Share on Facebook

Pelaut Tua itu masih berlayar

Seminggu ke depan aktivitas saya mengikuti Diklat Ahli Kepelabuhan Indonesia, bertempat di sebuah hotel yang tak jauh dari Istana Negara. Diklat ini diadakan oleh Kementerian Perhubungan RI dan PKSPL IPB, diikuti 40-an peserta dari seluruh Indonesia.

***

Pelajaran IPS zaman sekolah dulu masih terngiang di benak saya. Letak geografis Indonesia sangat strategis, yakni berada di antara dua benua yakni Asia dan Australia serta di antara dua samudera yakni Atlantik dan Hindia. Luas wilayah Indonesia 2/3 di antaranya berupa lautan. Waktu itu pengetahuan tentang kelautan saya hanya sebatas itu saja.

“Tak hanya sebatas itu, mas!” kata Pelaut Tua mengejutkan saya yang tengah berkonsentasi mengikuti paparan dari pengajar. Lanjut baca…

Share on Facebook

Kodok ngorek milik Pak Presiden

Lik Mujiman leyeh-leyeh sejenak setelah matun sawahnya yang tak begitu luas. Matun adalah salah satu kegiatan bertani yakni menyiangi/mencabut rumput yang tumbuh setelah beberapa minggu padi ditanam. Tujuan matun supaya rumput tersebut tidak mengambil nutrisi padi. Lik Mujiman tidak membuang rumput yang telah dicabutnya itu ke pematang sawah, melainkan membenamkan ke dalam lumpur sawahnya sebagai pupuk tambahan. Lanjut baca…

Share on Facebook