Majalah terakhir

Persis sudah dua bulan ini saya tak berlangganan media massa cetak. Alasan utamanya karena tak sempat lagi membacanya secara keseluruhan. Zaman dulu kebiasaan saya dalam membaca media massa tak hanya judulnya atau sub judul tetapi semua isi. Belakangan saya baca sepintas judulnya saja dan beberapa artikel saya lewati begitu saja.

Ketika marak media online, media massa yang menjadi langganan saya teronggok di atas meja konsul pojokan ruang tamu. Lanjut baca…

Share on Facebook

NDL

Jangan diklik

Saya ketawa ngekek ketika mendengar seorang kawan melemparkan istilah ndlodok,  ndlèdèk, ndlèwèr, ndlidir, ndlosor, ndlesep atau pun ndlongop. Sesekali kawan saya itu misuh dengan kata-kata khas Solo dan sekitarnya seperti ndladhuk, ndlogok, atau ndlègèk.

Lama sekali saya tidak mendengar lagi  istilah ndlodok dalam percakapan di pergaulan saya. Orang bergaya cuek bisa disebut sebagai orang yang ndlodok, terutama kenakalannya dalam mengucapkan sesuatu yang nyleneh tanpa beban.  Anda boleh bereaksi marah, jengkel, gemas atau bahkan sebal dengan gaya ndlodokan mereka, tetapi sebenarnya mereka bermaksud baik, kok. Itulah ciri khas ndlodok. Lanjut baca…

Share on Facebook

Amamangun karyenak tyasing sêsama

Malam beranjak tua. Mata saya tak mau juga terpejam barang sesaat. Kancilen, kata orang Jawa. Malam itu saya menginap di rumah seorang teman di lereng Merapi, setelah siang dan sore harinya ada kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh kampus tempat saya kuliah, sekira 27 tahun lalu.

Sayup-sayup terdengar suara orang mendendangkan sebuah tembang Macapat. Berasa tintrim. Saya beranjak dari amben keluar kamar dan mencari sumber suara.

Nulada laku utama, tumrape wong Tanah Jawi, Wong Agung ing Ngeksiganda, Panêmbahan Senapati, kêpati amarsudi, sudane hawa lan nêpsu, pinêsu tapa brata, tanapi ing siyang ratri, amamangun karyenak tyasing sêsama.

O, rupanya mBah Rekso yang tengah menembang Sinom yang saya kenali dari kalimat amamangun karyenak tyasing sêsama. Saya pun mendekat ke arahnya. Eh, mbah kakung teman saya itu malah menghentikan suaranya dan mempersilakan saya duduk di sebelahnya. Lanjut baca…

Share on Facebook