NDL

Jangan diklik

Saya ketawa ngekek ketika mendengar seorang kawan melemparkan istilah ndlodok,  ndlèdèk, ndlèwèr, ndlidir, ndlosor, ndlesep atau pun ndlongop. Sesekali kawan saya itu misuh dengan kata-kata khas Solo dan sekitarnya seperti ndladhuk, ndlogok, atau ndlègèk.

Lama sekali saya tidak mendengar lagi  istilah ndlodok dalam percakapan di pergaulan saya. Orang bergaya cuek bisa disebut sebagai orang yang ndlodok, terutama kenakalannya dalam mengucapkan sesuatu yang nyleneh tanpa beban.  Anda boleh bereaksi marah, jengkel, gemas atau bahkan sebal dengan gaya ndlodokan mereka, tetapi sebenarnya mereka bermaksud baik, kok. Itulah ciri khas ndlodok. Lanjut baca…

Share on Facebook

Amamangun karyenak tyasing sêsama

Malam beranjak tua. Mata saya tak mau juga terpejam barang sesaat. Kancilen, kata orang Jawa. Malam itu saya menginap di rumah seorang teman di lereng Merapi, setelah siang dan sore harinya ada kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh kampus tempat saya kuliah, sekira 27 tahun lalu.

Sayup-sayup terdengar suara orang mendendangkan sebuah tembang Macapat. Berasa tintrim. Saya beranjak dari amben keluar kamar dan mencari sumber suara.

Nulada laku utama, tumrape wong Tanah Jawi, Wong Agung ing Ngeksiganda, Panêmbahan Senapati, kêpati amarsudi, sudane hawa lan nêpsu, pinêsu tapa brata, tanapi ing siyang ratri, amamangun karyenak tyasing sêsama.

O, rupanya mBah Rekso yang tengah menembang Sinom yang saya kenali dari kalimat amamangun karyenak tyasing sêsama. Saya pun mendekat ke arahnya. Eh, mbah kakung teman saya itu malah menghentikan suaranya dan mempersilakan saya duduk di sebelahnya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Jika dua Sukarno bertemu

Dalam lawatan saya ke Bangkok beberapa waktu lalu, sengaja saya mendatangi Siam Discovery Bangkok. Segera saya menuju lantai 6, di sana banyak tokoh dunia lintas generasi sedang berkumpul. Tujuan utama saya bertemu dengan Sukarno. Konon, ia tokoh paling akhir yang tiba di tempat itu.

Benar saja. Saya menemui banyak sekali tokoh dunia: Putin, Jackie Chen, Aung San Suu Kyi, Obama dan istrinya, dan masih banyak lagi. Tapi di mana Sukarno? Saya menyibak kerumunan orang-orang yang ingin menemui tokoh yang mereka kagumi, untuk menuju ruang sebelah. Dan benar saja, saya dapat melihat Sukarno sedang ngobrol dengan Mahatma Gandhi dan Mahathir Mohamad. Lanjut baca…

Share on Facebook