Senandung Patah Hati

aku ingin
senja segera menjadi malam

mematut di depan cermin
ribuan kali, barangkali
sudah rapi jali

haruskah anyelir
sekuntum melati
atau setangkai mawar saja?
tanda renjana
untuk dindaku sayang Lanjut baca…

Share on Facebook

Jenang Ajaib Pembayar Hutang

Tiga hari ini Pak Jagabaya uring-uringan dengan istrinya karema tidak bisa memberi uang belanja. Selama tiga hari itu pula, Mbok Jagabaya mengutang pada warung sebelah. Pak Jagabaya memang tak punya uang untuk diberikan kepada istrinya tercinta, sebab uang simpanannya habis untuk membeli pupuk.

Sebagai hansip di desanya, gaji Pak Jagabaya memang tak seberapa. Hanya tiap bulan dijatah beras dan sedikit uang dari Pak Lurah. Walaupun begitu, Pak Jagabaya merasa cukup sebab dia juga mempunyai sawah, kendati tak begitu luas. Lanjut baca…

Share on Facebook

Karebet

Prolog
Dalam perjalanan ke Demak Bintoro, Karebet atau Jaka Tingkir itu naik rakit bambu, mengikuti aliran air Bengawan Solo. Di tikungan sungai yang bernama Kedung Srengenge, rakit Karebet diserang oleh sekelompok buaya yang berjumlah 40 ekor.

Raja buaya memerintahkan kepada anak buahnya untuk menghancurkan rakit dan membunuh Karebet. Misi utama mereka adalah menggagalkan Karebet sampai ke Kerajaan Demak Bintoro. Dasar Karebet mempunyai ilmu kanuragan tinggi dan kesaktian yang tidak bisa diremehkan, puluhan buaya ia taklukkan. Raja buaya semakin ganas menyerang Karebet. Lanjut baca…

Share on Facebook