Kota Kecil

aku ingin hidup bersamamu
di suatu kota kecil
di sebuah senja abadi
merajut cinta dan rindu
tiada putus lagi

Share on Facebook

Flu Celeng

Warga hutan Alas Purwo panik, sebagian besar dari mereka tiba-tiba dijangkiti sakit panas berkepanjangan disertai dengan timbulnya bintik-bintik merah di sekujur tubuh dan air liur selalu keluar dari mulutnya. Untuk meredam gejolak warga hutan dan demi stabilitas nasional di wilayah kekuasaannya, Singa – si raja hutan segera memanggil para menterinya untuk rapat kabinet terbatas. Hasil rapat : mencari penyebab wabah tersebut.

Beberapa intelejen dikerahkan untuk mencari tahu ke pelosok hutan. Sepuluh hari sudah misi tersebut dijalankan dan gagal. Sementara itu, korban mati mulai berjatuhan. Tercatat ada lima puluh warga hutan yang terkapar berkalang tanah.

Lanjut baca…

Share on Facebook

Bekicot Menantang Lari si Kancil

Tersebutlah satu cerita di habitat kehidupan pinggiran hutan. Komunitas siput sedang mengadakan pertemuan, dengan satu agenda ingin mengalahkan si Kancil dalam pertandingan “adu cepat sampai ke tempat tujuan”. Karena ini sesuatu yang mustahil maka mereka mengadakan pertemuan rahasia, untuk menyusun strategi. Kancil yang terkenal cerdik dan pandai itu sekali-sekali harus dipermalukan, karena kehebatan si Kancil tidak seperti yang diduga banyak kalangan perbinatangan. Target berikutnya, membuat Baginda yang menjadi junjungan mereka di habitat hutan tidak mempercayai si Kancil lagi. Hasil rapat memerintahkan si Bekicot sebagai duta untuk menantang si Kancil.

Tidak sulit bagi Bekicot menemui tempat kesukaan Kancil merumput setiap harinya. Begitu bertemu dengan Kancil, to the point dia utarakan maksudnya menantang Kancil adu lari. Tanpa berpikir panjang, si Kancil menerima tantangan itu. Disepakati bersama, adu lari diawali dari pohon waru di pinggiran sungai dan berakhir di bukit kecil dekat air terjun. Adu lari dimulai esok hari. Lanjut baca…

Share on Facebook