Cinta sang pemanah

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan / Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh [Kahlil Gibran]

Mereka yang dulu aku timang-timang kini telah menjelma menjadi dua gadis remaja. Tali busur yang aku regangkan dengan kekuatan kasih sayang terlepas sudah dan kedua anak panah itu meluncur bersama cita-cita mereka. Lanjut baca…

Share on Facebook

Terukur

jika kau bertanya, berapa banyak jumlah bintang di langit,
maka aku akan menjawab sebanyak ikan di lautan.
jika kau bertanya, berapa banyak jumlah bulu sapi,
maka aku akan menjawab jauh lebih banyak dari uban di kepalaku.
jika kau bertanya, berapa luas lautan,
maka aku akan menjawab sepertiga luas kesabaranku.

bulaksumur, 1988

Share on Facebook

Hujan romantis

Hari-hari belakangan ini, hampir semua wilayah Indonesia diguyur hujan yang menyebabkan air meluap sehingga terjadi banjir di mana-mana. Sama seperti api, jika kecil menjadi kawan besar dapat membahayakan. Pun dengan hujan. Ketika banjir datang, banyak yang berlomba-lomba mencari kambing hitamnya.

Kita lupakan sejenak perkara banjir. Hujan, nekjika dinikmati akan menimbulkan sensasi rasa hati. Tak mengherankan, rintik hujan menginspirasi banyak penyair dan pencipta lagu mengagumi hujan. Berikut sajak dan syair lagu yang – saya ingat – ada diksi hujannya: Lanjut baca…

Share on Facebook