Dompet itu pun kembali kepada pemiliknya#1

Peristiwa ini terjadi tiga minggu yang lalu.

Pada suatu hari Minggu, Mas Suryat makan siang di sebuah pusat perbelanjaan di kota tempat tinggalnya. Sudah menjadi kebiasaannya, ia ke mana-mana selalu membawa tas selempang butut kesayangannya. Bukan tanpa alasan ia membawa tas tersebut sebab sebagai orang yang sudah berumur setengah baya, akan sangat berguna untuk menaruh benda-benda kecil yang rawan hilang atau kelupaan di mana menaruhnya seperti kunci, kartu parkir, kaca mata dan dompet.

Rupanya di hari Minggu kemarin itu ia mengabaikan kebiasaannya itu. Pergi cuma sebentaran ini, kata hatinya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Satron #2

Paijo duduk di sofa. Ia mencoba menyalakan televisi, namun ia mengurungkan niatnya itu. Ia tak boleh terlena. Ia ingin melanjutkan aksinya.

Akhirnya ia mendapatkan beberapa barang berharga seperti laptop dan kamera DLSR. Di dekat meja setrika ia mendapati kantong londre, yang ia manfaatkan untuk menaruh barang-barang hasil curian.

Ia pun segera mengontak temannya supaya segera menjemputnya di depan rumah Lik Sukar. Paijo hilir mudik di garasi, gelisah menunggu kedatangan temannya.

***

Sepasang mata milik seorang lelaki mengamati perilaku Paijo yang gelisah menunggu temannya. Ia mengintai semenjak Paijo masuk rumah Lik Sukar lewat atap rumah. Ia tak mau ambil resiko, kuatir kalau Paijo membawa senjata dan menembak dirinya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Satron #1

Kemarin – selama seminggu, Lik Sukar liburan tahun baru sekitaran SCO-JOG. Seperti kebiasaannya kalau meninggalkan rumah cukup lama, ia akan berpamit kepada Pak RT dan tetangga terdekat. Sudah puluhan tahun SOP-nya seperti itu dan aman-aman saja.

***

Siang yang terik membuat orang-orang malas keluar rumah. Situasi yang sepi semacam itu dimanfaatkan oleh Paijo untuk melakukan pengintaian terhadap rumah yang ditinggalkan penghuninya. Ia cukup yakin, kalau rumah Lik Sukar suwung. Setidaknya, sudah tiga hari ia mengintainya.

Maka, pada malam keempat ia akan mengeksekusi rencana menyatroni rumah Lik Sukar. Plan A dan Plan B sudah ia hapalkan di benak, termasuk jalur pelarian jika kepergok warga. Lanjut baca…

Share on Facebook