Balada sandal jepit

Demi alasan kenyamanan dalam perjalanan panjang Karawang – Jogja, saya mengenakan sandal jepit. Hal ini biasa saya lakukan jika sedang melakukan perjalanan (darat) yang memakan waktu berjam-jam.

Sandal jepit saya berwarna hitam, modelnya juga anti mainstream meskipun harganya seperti harga sandal jepit yang lain. Perjalanan ke Jogja kali ini saya tempuh melalui jalur selatan via Tol Cipali.

Pemberhentian pertama di sekitaran Pejagan, untuk melakukan isoma. Sengaja mampir di warung sate kambing (muda), saya ingin menikmati sop kambing untuk menghangatkan badan. Lanjut baca…

Share on Facebook

Ada kalanya pengin pensiun, tapi bukan sekarang


Beberapa belas tahun lalu, saat saya mengikuti salah satu pelatihan James Gwee pernah punya keinginan untuk pensiun di usia 48. Maunya pensiun dini dengan status finansial di kuadran 4 versi Cashflow Quadrant milik Robert Kiyosaki. Ehm, tahu-tahu target usia pensiun terlewati begitu saja, saya tak melakukan apa pun untuk mencapai kebebasan finansial di usia muda.

Kalau sedang melamun saya suka membayangkan enaknya hidup sebagai pensiunan: punya warung kelontong kecil merangkap sebagai marbot masjid. Tidak sekarang bro, tanggunganmu masih banyak yang belum kelar! Lanjut baca…

Share on Facebook

Nafar lebaran

Paska lebaran kemarin, Mas Suryat memanfaatkan sisa cuti yang diambil untuk melakukan kegiatan nafar lebaran di sebuah pondok pesantren (pontren) yang terletak di Jawa Barat bagian ujung Tenggara. Nafar arti harfiahnya rombongan, sehingga boleh dibilang kepergian Mas Suryat ke sana bersama ketiga temannya, disebut sebagai rombongan (kecil).

Dengan mengendarai Kyai Garuda Seta, mereka berangkat menjelang maghrib berbekal petunjuk arah Google Maps. Tengah malam telah sempurna, ketika mereka sampai di Pontren dan langsung menuju barak untuk beristirahat. Lanjut baca…

Share on Facebook