Nafar lebaran

Paska lebaran kemarin, Mas Suryat memanfaatkan sisa cuti yang diambil untuk melakukan kegiatan nafar lebaran di sebuah pondok pesantren (pontren) yang terletak di Jawa Barat bagian ujung Tenggara. Nafar arti harfiahnya rombongan, sehingga boleh dibilang kepergian Mas Suryat ke sana bersama ketiga temannya, disebut sebagai rombongan (kecil).

Dengan mengendarai Kyai Garuda Seta, mereka berangkat menjelang maghrib berbekal petunjuk arah Google Maps. Tengah malam telah sempurna, ketika mereka sampai di Pontren dan langsung menuju barak untuk beristirahat. Lanjut baca…

Share on Facebook

Cancer-296

“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya”
~ Nabi Muhammad SAW ~

Selepas asar, Rahmini menemui pakliknya. Rumah mereka jaraknya sepelemparan sandal jepit saja. Deket banget. Waktu itu pakliknya sedang menyiangi rumput liar yang tumbuh di pot bunga-bunga kesayangannya.

Lelaki yang tahun lalu pensiun dari PNS itu menghentikan kegiatannya ketika ia mendengar salam dari Rahmini. Ia pun segera membalas salam keponakannya.

“Lik, ini ada kolak tape bikinan ibu untuk buka puasa nanti!”

Rahmini duduk di bale bambu sambil menyaksikan kegiatan pakliknya. Kata ibunya, pakliknya suka sekali makan kolak tape kalau pas buka puasa.¬† Lanjut baca…

Share on Facebook

Malam mingguan di Tugu, bunga mawar dan sopir taksi

Sejak Sabtu (30/4) pagi kemarin saya berada di Jogja. Mumpung malam Minggu acaranya free, saya janjian sama Kika untuk bertemu di sekitaran Tugu. Kami menikmati makan malam di Angkringan Pak Jabrik depan KR, setelah itu baru berjalan ke Tugu.

Kami duduk-duduk di sisi tenggara Tugu. Di sana terdapat miniatur Tugu Jogja yang ‘asli’ yakni Tugu Golong Gilig. ¬†Tugu ‘asli’ tersebut dibangun sekitar tahun 1755, melambangkan Manunggaling Kawula-Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan Belanda. Tiang tugu berbentuk gilig (silinder) dan pada puncaknya berbentuk golong (bulat), sehingga dinamakan Tugu Golong Gilig. Ketinggian bangunan Tugu ini konon mencapai 25 meter. Tugu yang berdiri saat ini dibikin oleh Belanda tahun 1889 setelah Tugu Golong Gilig roboh akibat gempa bumi dahsyat yang menggoncang Jogja. Lanjut baca…

Share on Facebook