Tentang bajak laut Selat Malaka

Untuk mengikuti pelajaran tentang Bisnis Pelabuhan sesi siang sehabis makan harus ada upaya ekstra supaya mata ini tidak mengantuk. Kali ini Captain SN memberikan sebuah gambaran tentang perairan Selat Malaka yang tidak digarap oleh Indonesia, padahal di sana memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Kapal-kapal yang melewati perairan Indonesia itu “lewat begitu saja” tanpa bayar apa-apa kepada Indonesia, sementara Singapura dan Malaysia menggarap bisnis di lokasi tersebut secara serius.

Jika Anda akan menjalankan pemanduan di lokasi tersebut apa yang perlu Anda siapkan dan apa yang perlu Pemerintah siapkan (tanggung jawab Pemerintah) untuk dapat memulai pemanduan di Selat Malaka tersebut?

Seandainya ada korek api, rasanya saya ingin mengambil dua batang untuk mengganjal mata yang mulai ngantuk berat ini. Lamat-lamat wajah Captain SN menjadi buram di mata saya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Azam

Setiap mau masuk masjid saya selalu melihat sepasang sandal jepit selempang hijau muda ukuran anak-anak. Untuk menandai supaya sandal tersebut tidak tertukar, ditandai dengan sebuah tulisan yang diukir menggunakan pisau cutter: sebelah kiri huruf AZ, sebelah kanan AM, yang jika disandingkan akan terbaca AZAM. Mungkin pemilik sandal ini bernama Azam, demikian batin saya.

Saya menjadi penasaran mengetahui pemilik sandal. Sebab anak ini rajin betul ke masjid, paling tidak yang saya pergoki saat Maghrib, Isya dan Subuh. Hhmm, anak sekecil itu (saya perkirakan dari ukuran sandalnya) rajin subuhan juga. Lanjut baca…

Share on Facebook

Kisah seekor ular yang menyusup dalam mimpiku

Pengalamanku waktu bekerja di tengah hutan Kalimantan Tengah belasan tahun lalu telah membuatku trauma dengan binatang melata yang bernama ular itu. Jangankan melihat gambarnya, membayangkan saja sudah berdiri bulu kuduk dan membikin kulitku merinding.

Pada suatu pagi, aku dan kawan-kawan sekelompokku mesti masuk hutan untuk melakukan pemetaan rencana rute logging. Ketika melewati dahan yang ajak rendah, seorang kawan mengingatkan aku supaya diam dan tidak bergerak. Aku curiga dengan peringatan ini. Dan benar saja, tiga detik kemudian aku mendengar desis binatang melata yang berada sejengkal di atas kepalaku. Ular sebesar lengan tanganku tengah numpang lewat bahuku untuk turun ke tanah. Tanpa aku sadari aku telah kencing di celana. Lanjut baca…

Share on Facebook