Lila yang sedang bertumbuh-kembang

Lila, 10 tahun. Ia anak bungsu saya.

“Pap, besok aku mau main sepeda dengan temen-temenku keliling perum (ia menyebutkan sebuah nama Real Estate yang jaraknya cukup jauh dari rumah), boleh ya?” ia merajuk sambil meringis memperlihatkan gigi depannya.

“Boleh, tapi ada syaratnya!” jawab saya, “Cium pipi Pap dulu. Boleh yang kiri, boleh yang kanan.” Saya sorongkan wajah saya mendekati wajahnya.

“Nggak mau!!!” Ia menghindar. Barangkali ia malu dan memang saya hanya menggodanya saja. Lanjut baca…

Share on Facebook

Tanam Gigi

Dalam pelajaran biologi dulu, disebutkan – kalau salah mohon dikoreksi, manusia mempunyai 32 gigi, terdiri dari 4 gigi seri, 2 gigi taring, 4 gigi geraham depan dan 6 gigi geraham belakang, masing-masing dikalikan 2 untuk menghitung gigi bagian atas dan bawah. Susunan gigi tersebut 20 di antaranya berupa gigi susu. Saya tidak ingat kapan gigi susu milik saya mulai tanggal satu persatu. Seingat saya, kelas 4 SD saya tidak punya gigi taring dan kalau tidak salah itu gigi susu saya yang terakhir tanggal.

Sepanjang proses tanggalnya gigi susu saya tidak pernah melibatkan dokter gigi. Ada yang tanggal dengan sendirinya, ada yang saya goyang-goyang dengan lidah akhirnya lepas atau dengan paksa dicabut oleh tangan kekar ayah saya. Padahal teman-teman sepermainan mempunyai tips untuk melepaskan gigi susu yang hampir lepas : Lanjut baca…

Share on Facebook

Gitar

Malam minggu kemarin, di teras atas saya bersenandung lagu “Kerinduan” milik Bob Tutupoli diiringi petikan gitar anak saya.  Suara saya fals, kadang terlalu cepat atawaterlambat masuk ke lagu, pokoknya nggak sinkron dengan nada-nada gitar. Untung saja anak saya sabar melayani bapaknya.

Saya ingin menceritakan kisah gitar yang dimainkan oleh anak saya itu. Lima bulan lalu, di suatu pagi dalam perjalanan mengantar anak pertama saya ke sekolah, dia mengatakan ingin les gitar. Saya sih oke saja, toh itu keinginan dia sendiri bukan paksaan dari saya.

Malamnya, ketika bertemu dengan saya, dia mengatakan sudah mendaftar di Purwacaraka, besoknya sudah bisa memulai les. Seminggu sekali, setiap Rabu sore. Lanjut baca…

Share on Facebook