HLP dan Kika

Dalam sebulan ini,  sudah kali kedua saya berada di Bandara Halim Perdanakusumah (HLP) untuk urusan antar-jemput Kika. Penjemputan Kika di HLP pernah sepintas saya ceritakan di sini. Saat itu, HLP sangat ramai oleh media yang meliput untuk pertama kalinya HLP difungsikan sebagai penerbangan komersial. Hari ini, suasana HLP sepi. Maklum, baru maskapai Citilink yang dipindahkan ke HLP. Tentu saja sangat kontras jika dibandingkan dengan keramaian dan kegaduhan suasana di Bandara Soekarno-Hatta (CGK).

Bagi saya yang tinggal di wilayah timur Jakarta, jauh lebih enak jika bepergian melalui HLP. Jarak dari rumah ke HLP hanya setengah jarak ke CGK. Contohnya perjalanan tadi pagi, saya tempuh dalam waktu sekitar satu jam (selain hari libur, bisa saja waktu tempuh akan makin lama. Namanya juga Jakarta, saat macetnya susah diperkirakan. Dan bisa dibayangkan jika harus ke CGK, di mana tak jarang saya memperkirakan 4 jam sebelumnya harus berangkat dari rumah). Rute menuju HLP dari wilayah timur Jakarta: keluar tol Jakarta-Cikampek, langsung belok kiri keluar Halim. Lanjut baca…

Share on Facebook

Sekedar merencanakan

Manusia sekedar merencanakan, Tuhan yang punya kuasa untuk menetapkan. Ungkapan ini betul-betul kami alami ketika menyusun sebuah rencana pergi berkunjung ke Baitullah dan rumah Kanjeng Nabi.

Pada bulan Mei lalu, seminggu sebelum pengumuman SNMPTN saya berujar kepada Kika: kalau kamu lolos SNMPTN UGM kita ke Tanah Haram. Dan ketika Kika lolos, maka hajat harus dilunasi. Jika rencana awal kami akan pergi berempat, ternyata Gusti Allah memberikan bonus undangan untuk satu orang lagi, yakni tantenya anak-anak. Satu laki-laki dan empat perempuan. Lanjut baca…

Share on Facebook

Kopdar 2 dara

Sesungguhnya liburan akhir tahun di SOC dan JOG kemarin itu adalah acara Kopdarnya Kika dan Lila. Keduanya sudah lama tak bertemu. Pertemuan terakhir mereka pas libur lebaran, setelahnya Lila masuk asrama lagi, sedangkan Kika mulai ngekos di JOG.

Mereka bisa berkomunikasi paling tidak dua minggu sekali, melalui twitter. Soalnya, selama di asrama Lila diharamkan menggunakan ponsel dan sebangsanya kecuali saat ditengok oleh orang tua dua minggu sekali, yang kemudian dimanfaatkan untuk bertegur-sapa dengan mbak-nya itu.

Mereka berpisah tidak sekonyong-konyong, sebab Lila merantau lebih dulu dibandingkan dengan Kika. Dan dalam periode dua mingguan saat menengok Lila di asramanya, Kika ikut serta. Jadi, ketika keduanya menjadi seorang perantau nggak kaget-kaget amat menjalani prosesi penyapihan kakak-adik. Lanjut baca…

Share on Facebook