Seni Membaca Buku

Minggu lalu, seorang ayah mengajak anak perempuannya mengunjungi toko buku langganan yang kebetulan beberapa bulan lalu membuka cabang di kota tempat tinggal mereka. Toko buku bukan terletak di sebuah mall, tetapi menempati gedung sendiri yang lumayan keren.

Tempat wisata paling menyenangkan bagi mereka adalah toko buku.

Sejak dini ia memang mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mencintai buku. Dan meskipun gadget selalu di genggaman, membaca buku masih menjadi tradisi mereka. Ia berharap membaca tidak sekedar hobi belaka, tetapi menjadi suatu kebutuhan bagi anak dan cucunya kelak.  Lanjut baca…

Share on Facebook

Sempat di 154/92

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah. (Dikutip dari http://alodokter/hipertensi)

Kosakata hipertensi tiba-tiba menjadi perhatian saya. Sungguh, saya tak pernah mengukur tekanan darah kecuali pada saat periksa dokter misalnya saat terkena flu atau batuk berat. Kalau pun diukur tekanan darah saya masuk kategori normal, sekira 120/80 mmHg.

Arkian, pada suatu pagi dua minggu lalu bagian bawah mata kanan saya gatal sekali dan saya mencoba untuk menahan diri tidak menggaruknya. Gatalnya berasa aneh, dan semakin siang sekitar mata seperti memar: bengkak, kemerahan dan tentu saja, gatal sekali. Lanjut baca…

Share on Facebook

Bangun dari tidur panjang

Gino dan Tarman – dua cantrik Padeblogan, tengah thingak-thinguk di depan pintu kamar Kyaine. Hari ini, Jumat Pahing, tepat sebulan Kyaine bertapa dan sebelumnya sudah berpesan kepada keduanya untuk membangunkan dari bertapanya.

“Ini sudah jam-nya belum, No?” tanya Tarman sambil membezuk arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

Wis. Ayo kita ketuk pintu ini!” tukas Gino sambil beringsut mendekati pintu.

Lalu ia mengetuk pintu yang terbuat dari kayu sengon laut itu.

“Kyaine, mohon izin kami mau masuk,” kata Gino yang kemudian mendorong pintu ke arah dalam. Pintu memang tidak terkunci. Lanjut baca…

Share on Facebook