Bacalah dengan nama Tuhanmu


Kini saatnya membaca! Demikian kata hati saya sebulanan yang lalu. Tersebab pada suatu hari Minggu ketika tak ada kegiatan yang menyita waktu saya beberes rak buku yang lama terbengkalai. Dan benar saja, saya mendapati banyak buku yang masih tersegel plastik.

Adalah kebiasaan buruk saya ketika berkunjung ke toko buku membeli beberapa buku dan sampai di rumah ditumpuk saja dengan harapan kapan-kapan akan membaca buku-buku tersebut. Apa daya, prioritas membaca dikalahkan oleh aktivitas produktif yang lain. Bahkan pernah terbersit dalam fikiran kalau buku-buku tersebut akan saya baca dan nikmati kala masa pensiun nanti. Lanjut baca…

Share on Facebook

Menyisakan luka

Rest Area KM 57 menjadi tempat rendezvous kami. Hampir dua bulanan ini saya tak bertemu dengan sahabat saya, mas Suryat. Persahabatan kami jalin sejak lima belas tahun lalu.

Ia bilang kalau beberapa waktu lalu semua kontak di ponselnya raib gara-gara terserang virus yang dikirimkan melalui inbox di surelnya. Ia sendiri tak pernah mem-back up kontak tersebut dan belakangan ia mengikuti saran temannya supaya kontak di ponselnya juga disimpan di gmail.

Beberapa kali saya menghubungi ponselnya, tapi nggak diangkat. Baru setelah saya kirim pesan via WA ia membalasnya. Memang sudah menjadi kebiasaannya jika masuk nomor yang tidak dikenalnya ia tak akan mengangkat telepon yang masuk. Aku ndak apal nomermu, bro. Demikian ia membalas WA saya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Penalang

Mengutip KBBI, menalangi/me·na·langi/ v 1 memberi pinjaman uang untuk membayar sesuatu; 2 membelikan barang dengan membayar kemudian. Sedangkan penalang/pe·na·lang/ n orang yang meminjami uang untuk membayar sesuatu; orang yang menalangi.

Tersebab saya suka tidak enak hati atau tidak tegaan, maka pada situasi tertentu saya terjepit sebagai penalang. Dan itu tidak enak, ternyata.

(1)

Pada suatu kepanitiaan, jangan pernah menunjuk saya untuk masuk ke seksi dana yang tugas utamanya mencari sumbangan atau donator. Dijamin proposal tidak akan saya edarkan secara maksimal, sebab saya akan merasa sungkan menodong seseorang untuk memberikan sumbangannya. Meskipun akan “merugikan” saya secara finansial, saya akan memilih menjadi penalang daripada mendatangi orang per orang. Lanjut baca…

Share on Facebook