80 | Sapardi

Nyuwun sewu pak, kula kesupen menawi kala wingi dinten tanggap warsa panjenengan. Maaf pak, saya lupa kalau kemarin tanggal kelahiran bapak. Selalu sunyi ya pak, tanpa ucapan selamat apalagi perayaan ulang tahun meskipun sekedar menyajikan sepotong kue tart ditancapi lilin menyala.

Saya sih selalu mendoakan bapak – dan juga ibu, tentu saja – sehabis shalat saya agar kalian selalu diberi anugerah kesehatan. Dari obrolan singkat kita di awal bulan, bapak sedang masuk angin. Dan kalau sudah dikeroki sama ibu dan minum puyer bintang tujuh nomer enam belas – obat kebanggaan keluarga kita – serta istirahat tidur beberapa jam bapak sudah segar kembali.

Kemarin ibu cerita kalau jas hujan yang biasa bapak pakai sudah sobek di sana-sini. Kalau pun dipakai ya tetap saja bikin basah kuyub. Mungkin itu yang menyebabkan bapak masuk angin.

Pak, jas hujan yang saya kirim kemarin sudah dicoba belum? Dijamin nyaman dipakai dan awet pak. Wong saya pilihkan yang kualitet terjamin mutunya, he..he..he.. Lanjut baca…

Share on Facebook

Kemudahan investasi di Kawasan Industri

Hari Senin, tanggal 22 Februari 2016 kemarin bertempat di Istana Negara, Presiden Jokowi meluncurkan Program Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) di Kawasan Industri tertentu serta peningkatan layanan izin investasi untuk bidang infrastruktur. Program KLIK yang dapat diperoleh di 14 kawasan industri di Indonesia ini merupakan reformasi ketiga yang telah dilakukan sejak 15 bulan pemerintah Presiden Jokowi untuk menarik investasi ke Indonesia. Dua reformasi pendahulunya yakni Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat yang diluncurkan Presiden Jokowi pada 26 Januari 2015, serta izin investasi tiga jam yang diluncurkan oleh Wakil Presiden pada tanggal 11 Januari 2016 yang lalu.

Kawasan Industri tempat saya bekerja dan berkarya selama ini menjadi salah satu yang ditetapkan dalam Program KLIK tersebut. Lanjut baca…

Share on Facebook

Ingin menikmati malam di pagi hari

Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi tanggal 09 Maret 2016 mengusik hati saya untuk bisa menikmati secara langsung bagaimana matahari ditelan bulat-bulat oleh raksasa di angkasa sana. Peristiwa langka yang baru bisa kita nikmati lagi pada tahun 2252 ini sayang jika dilewatkan begitu saja.

Meskipun Indonesia menjadi tuan rumah GMT 2016, ternyata GMT kali ini hanya melewati wilayah tertentu saja.

Mengutip dari laman lapan.go.id jalur GMT 2016 akan bermula di Palembang (Sumatera Selatan), Bangka Belitung, Sampit dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate dan Halmahera (Maluku Utara), Sulawesi Barat, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat. Lanjut baca…

Share on Facebook