Dompet itu pun kembali kepada pemiliknya#2

Sepanjang perjalanan ke rumah, pikiran Mas Suryat tak lepas dari peristiwa yang ia alami. Ia mencari hikmah di balik musibah kehilangan dompet. Uang hilang pasti ia ikhlaskan, sebab bisa jadi sedekahnya selama ini masih dinilai kurang oleh Gusti Allah.

Sesampai di rumah ia segera menghubungi bank-bank penerbit Kartu Kredit. Ia minta dilakukan pemblokiran kartu kredit. Bagi orang yang berniat jahat menggunakan kartu kredit tersebut sangat mudah, apalagi ada KTP di dompet tersebut. Tinggal memalsu tanda tangan yang tercantum dalam KTP saat bertransaksi dengan kartu kredit. Lanjut baca…

Share on Facebook

Dompet itu pun kembali kepada pemiliknya#1

Peristiwa ini terjadi tiga minggu yang lalu.

Pada suatu hari Minggu, Mas Suryat makan siang di sebuah pusat perbelanjaan di kota tempat tinggalnya. Sudah menjadi kebiasaannya, ia ke mana-mana selalu membawa tas selempang butut kesayangannya. Bukan tanpa alasan ia membawa tas tersebut sebab sebagai orang yang sudah berumur setengah baya, akan sangat berguna untuk menaruh benda-benda kecil yang rawan hilang atau kelupaan di mana menaruhnya seperti kunci, kartu parkir, kaca mata dan dompet.

Rupanya di hari Minggu kemarin itu ia mengabaikan kebiasaannya itu. Pergi cuma sebentaran ini, kata hatinya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Sweet 17

Usia 17 bagi anak-anakku hanya perkara angka belaka, tak ada beda ketika mereka melewati usia-usia sebelumnya. Aku pernah menggoda mereka, apakah aku perlu  membuat perayaan khusus pada saat usia mereka 17 tahun? Mereka menggelengkan kepala.

Tetapi aku ingin memberikan hadiah kepada mereka di usia 17. Dalam hal pemberian hadiah, aku tak membedakan keduanya. Sama persis.

Aku memberikan hadiah berupa KTP dan SIM C. Lanjut baca…

Share on Facebook