Guyonan Akhir Pekan

Guyonan (1)

Pelajaran yang bisa diambil dari kasus-kasus perselingkuhan dan perceraian para artis (juga para politisi) yang setiap hari menghiasi TV lokal.

Fakta :

  1. Seorang istri yang cantik, pintar bersolek, bisa memasak segala resep dan cekatan mengurus rumah adalah penting.
  2. Seorang istri yang periang, enerjik, dapat membuat kita tertawa dan menghibur di kala sedih dan penat, juga penting.
  3. Seorang istri yang penuh pengertian, saleh, jujur taat beribadah, setia dan dapat dipercaya (terutama untuk mengelola uang) itu sangat penting.
  4. Seorang istri yang dapat memahami dan memuaskan suami baik lahir maupun batin, tidak kalah penting.

Nasihat : Tetapi yang paling penting adalah keempat istri Anda di atas jangan sampai saling mengenal satu sama lainnya! Lanjut baca…

Share on Facebook

Menggugat Kebangkitan Nasional

Selembar surat yang ada di tangan saya ini, sebenarnya sudah saya terima setahun yang lalu ketika terjadi hingar-bingar Peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Rasanya, tidak salah kalau saya sharing dengan Anda mengenai isi surat yang dikirimkan oleh Raden Adipati Tirtokoesoemo, Ketua Pertama Perkumpulan Boedi Oetomo yang hari kelahiran organisasi ini ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Lanjut baca…

Share on Facebook

Primbon Capres-Cawapres 2009

Mencermati berita terjadinya perselingkuhan politik untuk mendapatkan calon ideal capres dan cawapres yang akan bertanding di arena pilpres Juli nanti, akhirnya KPU menerima pendaftaran tiga pasang calon presiden-wakil presiden.  Pasangan yang pertama datang adalah Jusuf Kalla-Wiranto, menyusul Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, kemudian Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

TV di kamar kerja saya on 24 jam, bahkan saya bela-belain menunggu hasil pembicaraan kubu Mega dan kubu Prabowo yang hampir tengah malam mereka mendeklarasikan diri sebagai pasangan capres-cawapres. Hujan deras, petir menggelegar, menyambar antena TV saya, terjadi korslet dan TV pun meledak, dentumannya membuat saya kaget dan jatuh pingsan. Aneh bin ajaib, begitu siuman seolah saya bisa membaca masa depan. Secara telepati saya bisa berkomunikasi dengan Mama Laurent, Ki Joko Bodo, bahkan dengan mBah Marijan. Otak saya penuh dengan memori ketiga pasangan capres-cawapres itu. Rupanya saya telah menjelma menjadi dukun tiban! Ponari jadi dukun tiban karena petir Ki Ageng Sela menyentuh sebuah batu, sedangkan kasus saya petir itu merambati TV saya. Lanjut baca…

Share on Facebook