Noda Lipstick

Teman saya, General Affairs Manager sebuah perusahaan jasa Exim yang mayoritas karyawannya perempuan mengeluhkan ulah para karyawannya. Ceritanya begini : ada kebiasaan yang unik di antara karyawatinya, yaitu mereka suka saling mencoba lipstick temannya dengan memulaskan ke bibir-bibir seksi mereka, lalu menempelkan bibir mereka pada cermin toilet untuk melihat bekasnya, dan mereka saling menilai mutu lipstick itu. Kebiasaan ini tentu saja membuat cermin toilet menjadi kotor, karena banyak terdapat noda bekas bibir yang ditempelkan di sana. Ada yang berwarna biru, merah tua, merah muda, atau campuran warna-warni.

Akibat ulah para karyawan ini sering membuat dongkol petugas cleaning service. Dengan susah payah mereka membersihkan bekas bibir tersebut. Dan kejadian ini berulang terus setiap harinya. Karena tidak tahan lagi, koordinator cleaning service melaporkan hal tersebut kepada teman saya, sebagai pimpinan tertinggi di bagian umum.

Lanjut baca…

Share on Facebook

Hari Raya Nyontreng

Puseurjaya, Telukjambe Timur Karawang – Selesai mandi pagi, saya berdandan rapi berbaju batik yang (selalu) saya padukan dengan celana jins (kali ini bukan yang berwarna biru, tetapi coklat) plus parfum wangi. Pagi ini saya begitu optimis, karena akan berperan mengubah masa depan bangsa menjadi yang lebih baik. Ya, hari ini bangsa Indonesia mempunyai hajatan besar berupa pemilu legislatif. Dengan langkah tegap, saya berjalan menuju TPS yang jaraknya sekitar 150 meter dari rumah. Barangkali sebagian dari Anda menganggap sikap saya ini lebbbaaaay dalam menyambut pesta rakyat lima tahunan ini. Lanjut baca…

Share on Facebook

Ngrasani Juragan Besar

“little little to me, little little to me, salary no up up!” demikian seloroh seorang teman pada suatu sore. Kalau kalimat bahasa inggris tersebut diterjemahkan kira-kira begini : dikit-dikit aku, dikit-dikit aku, gaji nggak naik-naik. Siapapun tidak bisa menyangkal kalau teman yang satu ini sangat loyal kepada perusahaan dan bosnya. Tapi karena perusahaan tidak mempunyai standar baku dalam menentukan job desc karyawannya, maka si bos bebas menyuruh siapapun untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Nah, karyawan yang rajin dan cepat dalam membereskan suatu masalah, biasanya akan selalu mendapatkan pekerjaan tambahan lain dari si bos. Bahkan untuk urusan rumah tangga si bos, harus teman ini pula yang mengerjakannya. Sialnya, penambahan volume pekerjaan tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan gaji. Lanjut baca…

Share on Facebook