Belajar Konsisten

Sikap konsisten ditandai dengan apa yang dilihat, apa yang dipikirkan dan apa yang diucapkan adalah SAMA. Pada hakekatnya, sifat dasar manusia adalah konsisten. Jika kita melihat objek yang tidak konsisten, secara otomatis mata, pikiran dan bibir kita akan menolak ketidakkonsistenan itu, yang ditandai dengan otak yang tiba-tiba menjadi “telmi”. Anda bisa membuktikan pernyataan saya di atas. Lanjut baca…

Share on Facebook

Bidadari Depresi

Orang bijak pernah mengatakan jangan menilai buku dari sampulnya, ungkapan ini untuk mengibaratkan kalau menilai seseorang jangan dari luarnya, harus mengenal bagian dalamnya: sifat dan wataknya. Tapi bagaimana kalau buku itu dari judulnya saja tidak menarik, covernya biasa-biasa saja dan dibungkus plastik lagi, untuk sekedar mengintip daftar isinya saja susahnya setengah mati. Sementara komentar dari orang-orang terkenal, katanya buku itu sangat bagus isinya. Apa iya langsung percaya saja kata orang-orang itu lalu kita membeli bukunya?

Untuk mengenal orang lain lebih dalam, mau tidak mau kita harus bergaul dan berkomunikasi dengannya. Kesan pertama yang cenderung negatif, tetapi begitu mengenal dekat ternyata dia merupakan teman yang sangat menyenangkan. Jadi, masih sesuaikah ungkapan jangan menilai buku dari sampulnya untuk menilai seseorang?

Anda tentu mengenal kisah Jaka Tarub dan Bidadari, kan? Suatu hari, Jaka Tarub berburu di sekitar danau (yang ternyata danau itu merupakan tempat favorit para bidadari dari kahyangan mandi dan berenang ketika mereka kegerahan di kahyangan sana). Lanjut baca…

Share on Facebook

Noda Lipstick

Teman saya, General Affairs Manager sebuah perusahaan jasa Exim yang mayoritas karyawannya perempuan mengeluhkan ulah para karyawannya. Ceritanya begini : ada kebiasaan yang unik di antara karyawatinya, yaitu mereka suka saling mencoba lipstick temannya dengan memulaskan ke bibir-bibir seksi mereka, lalu menempelkan bibir mereka pada cermin toilet untuk melihat bekasnya, dan mereka saling menilai mutu lipstick itu. Kebiasaan ini tentu saja membuat cermin toilet menjadi kotor, karena banyak terdapat noda bekas bibir yang ditempelkan di sana. Ada yang berwarna biru, merah tua, merah muda, atau campuran warna-warni.

Akibat ulah para karyawan ini sering membuat dongkol petugas cleaning service. Dengan susah payah mereka membersihkan bekas bibir tersebut. Dan kejadian ini berulang terus setiap harinya. Karena tidak tahan lagi, koordinator cleaning service melaporkan hal tersebut kepada teman saya, sebagai pimpinan tertinggi di bagian umum.

Lanjut baca…

Share on Facebook