Hari Raya Nyontreng

Puseurjaya, Telukjambe Timur Karawang – Selesai mandi pagi, saya berdandan rapi berbaju batik yang (selalu) saya padukan dengan celana jins (kali ini bukan yang berwarna biru, tetapi coklat) plus parfum wangi. Pagi ini saya begitu optimis, karena akan berperan mengubah masa depan bangsa menjadi yang lebih baik. Ya, hari ini bangsa Indonesia mempunyai hajatan besar berupa pemilu legislatif. Dengan langkah tegap, saya berjalan menuju TPS yang jaraknya sekitar 150 meter dari rumah. Barangkali sebagian dari Anda menganggap sikap saya ini lebbbaaaay dalam menyambut pesta rakyat lima tahunan ini. Lanjut baca…

Share on Facebook

Ngrasani Juragan Besar

“little little to me, little little to me, salary no up up!” demikian seloroh seorang teman pada suatu sore. Kalau kalimat bahasa inggris tersebut diterjemahkan kira-kira begini : dikit-dikit aku, dikit-dikit aku, gaji nggak naik-naik. Siapapun tidak bisa menyangkal kalau teman yang satu ini sangat loyal kepada perusahaan dan bosnya. Tapi karena perusahaan tidak mempunyai standar baku dalam menentukan job desc karyawannya, maka si bos bebas menyuruh siapapun untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Nah, karyawan yang rajin dan cepat dalam membereskan suatu masalah, biasanya akan selalu mendapatkan pekerjaan tambahan lain dari si bos. Bahkan untuk urusan rumah tangga si bos, harus teman ini pula yang mengerjakannya. Sialnya, penambahan volume pekerjaan tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan gaji. Lanjut baca…

Share on Facebook

Silet

Aktivitas Haji Romli selepas dhuha adalah pergi ke kebunnya. Nanti pulang ke rumah menjelang lohor. Hampir semua orang di kampungnya hapal benar dengan jadual Haji Romli tersebut. Di belokan jalan menuju kebunnya, tumbuh pohon jambu yang sedang berbuah.

Pagi itu, ketika melewati rimbunnya pohon jambu itu kepala Haji Romli kejatuhan buah jambu, untung buahnya cuma kecil saja tapi itu sudah membuatnya terkejut. Serta merta dia dongakkan kepala untuk melihat ke atas. Astaga, Haji Romli lebih terkejut lagi, dilihatnya ada anak perempuan belum genap sepuluh tahun nangkring di atas pohon sedang memetik buah jambu tanpa memakai celana dalam. Anak yang memakai rok lusuh itu disuruh turun.

“Nih, uang lima puluh ribu. Bilang ke emak lu, supaya dibelikan celana dalam. Sudah pulang sana,” kata Haji Romli sambil bersungut-sungut. Anak itu pun pulang untuk menjalankan amanat Haji Romli.

Menjelang lohor. Haji Romli pulang dari kebun, dan melewati pohon jambu itu lagi dan dia ingat kejadian pagi tadi. Dia pun mendongakkan kepala ke atas pohon. “Astaghfirullah….!!!!” Teriak Haji Romli kaget setengah mati begitu dilihatnya emak si anak perempuan yang tadi pagi itu sedang nangkring dengan santainya di satu dahan tanpa memakai celana dalam. Haji Romli minta supaya dia turun.

“Nih, ada uang lima ribu” kata Haji Romli sambil mengulurkan selembar uang. Perempuan itu ragu-ragu menerimanya, dan berkata, “Kok cuma lima ribu sih Pak Haji, tadi pagi anak saya dikasih lima puluh ribu.”

“Emang harga silet berapa… lima ribu dapat lima tuh!!” kata Haji Romli sambil berlalu dari tempat itu.

Perempuan itu terbengong-bengong, tadi pagi anaknya dikasih lima puluh ribu untuk beli celana dalam, sedangkan dia kok cuma dikasih lima ribu dan disuruh beli silet ya?

Sekarang ini betapa banyak orang yang mencontek atau ikut-ikutan melakukan sesuatu hal tanpa didasari dengan ilmu. Contoh paling nyata yang bisa disajikan adalah di dunia bisnis.

Anda pasti ingat bisnis jual beli “daun” gelombang cinta yang bernilai milyaran itu kan? Siapa paling untung? Pasti orang yang pertama, sedangkan para pengikut bernasib tidak sebaik generasi pertama. Bahkan tidak sedikit yang buntung. Contoh lain, bisnis MLM. Pertanyaan yang sama : siapa yang paling untung? Betapa banyak downliner yang gagal di tengah jalan, hanya karena mereka ikut-ikutan dan iseng-iseng saja. Atau yang lagi ngetren saat ini mendapatkan duit dari internet, banyak orang ramai-ramai mengikuti jejak para pendahulu yang katanya telah mendapatkan puluhan juta rupiah per harinya. Hasilnya? Dapat seribu rupiah sehari saja sudah untung.

Sekali lagi, kalau mau ikut-ikutan dasari dengan ilmu!

Share on Facebook