Sempat di 154/92

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah. (Dikutip dari http://alodokter/hipertensi)

Kosakata hipertensi tiba-tiba menjadi perhatian saya. Sungguh, saya tak pernah mengukur tekanan darah kecuali pada saat periksa dokter misalnya saat terkena flu atau batuk berat. Kalau pun diukur tekanan darah saya masuk kategori normal, sekira 120/80 mmHg.

Arkian, pada suatu pagi dua minggu lalu bagian bawah mata kanan saya gatal sekali dan saya mencoba untuk menahan diri tidak menggaruknya. Gatalnya berasa aneh, dan semakin siang sekitar mata seperti memar: bengkak, kemerahan dan tentu saja, gatal sekali. Lanjut baca…

Share on Facebook

Wisuda

Lelaki setengah baya memandangi anak perempuannya yang tengah menikmati makan malam bersamanya. Tak terasa anakku sudah dewasa, berasa baru kemarin aku menimangnya sambil menyanyikan lagu Kupu-Kupu yang Lucu.

“Kenapa ayah memandangku seperti itu?”

“Ah, enggak. Ayah senang saja, kamu makan demikian lahap.”

Suasana kembali hening. Lelaki itu mengarahkan pandangan matanya ke luar ruang. Banyak bintang bertaburan di sana. Sejurus kemudian, ia sapukan mata ke seluruh ruangan restoran yang berada di rooftop itu.

Di sisi kanan ada sepasang suami-istri yang tengah merayakan ulang tahun perkawinan keduapuluh tiga, dengan candle light dinner. Beberapa foto jadoel mereka dipajang di atas meja. Agak jauh dari duduk mereka, sepasang muda-mudi yang mungkin tengah merayakan hari jadi.

“Kamu sudah punya pacar, Nduk?” Lanjut baca…

Share on Facebook

Satron #2

Paijo duduk di sofa. Ia mencoba menyalakan televisi, namun ia mengurungkan niatnya itu. Ia tak boleh terlena. Ia ingin melanjutkan aksinya.

Akhirnya ia mendapatkan beberapa barang berharga seperti laptop dan kamera DLSR. Di dekat meja setrika ia mendapati kantong londre, yang ia manfaatkan untuk menaruh barang-barang hasil curian.

Ia pun segera mengontak temannya supaya segera menjemputnya di depan rumah Lik Sukar. Paijo hilir mudik di garasi, gelisah menunggu kedatangan temannya.

***

Sepasang mata milik seorang lelaki mengamati perilaku Paijo yang gelisah menunggu temannya. Ia mengintai semenjak Paijo masuk rumah Lik Sukar lewat atap rumah. Ia tak mau ambil resiko, kuatir kalau Paijo membawa senjata dan menembak dirinya. Lanjut baca…

Share on Facebook