Satron #2

Paijo duduk di sofa. Ia mencoba menyalakan televisi, namun ia mengurungkan niatnya itu. Ia tak boleh terlena. Ia ingin melanjutkan aksinya.

Akhirnya ia mendapatkan beberapa barang berharga seperti laptop dan kamera DLSR. Di dekat meja setrika ia mendapati kantong londre, yang ia manfaatkan untuk menaruh barang-barang hasil curian.

Ia pun segera mengontak temannya supaya segera menjemputnya di depan rumah Lik Sukar. Paijo hilir mudik di garasi, gelisah menunggu kedatangan temannya.

***

Sepasang mata milik seorang lelaki mengamati perilaku Paijo yang gelisah menunggu temannya. Ia mengintai semenjak Paijo masuk rumah Lik Sukar lewat atap rumah. Ia tak mau ambil resiko, kuatir kalau Paijo membawa senjata dan menembak dirinya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Satron #1

Kemarin – selama seminggu, Lik Sukar liburan tahun baru sekitaran SCO-JOG. Seperti kebiasaannya kalau meninggalkan rumah cukup lama, ia akan berpamit kepada Pak RT dan tetangga terdekat. Sudah puluhan tahun SOP-nya seperti itu dan aman-aman saja.

***

Siang yang terik membuat orang-orang malas keluar rumah. Situasi yang sepi semacam itu dimanfaatkan oleh Paijo untuk melakukan pengintaian terhadap rumah yang ditinggalkan penghuninya. Ia cukup yakin, kalau rumah Lik Sukar suwung. Setidaknya, sudah tiga hari ia mengintainya.

Maka, pada malam keempat ia akan mengeksekusi rencana menyatroni rumah Lik Sukar. Plan A dan Plan B sudah ia hapalkan di benak, termasuk jalur pelarian jika kepergok warga. Lanjut baca…

Share on Facebook

Sarung untuk Ojo

“Pak Suryat, kula sakniki sampun saged shalat. Menawi wonten sarung nganggur mbok kagem kula setunggal!”

Mas Suryat tertegun sejenak, begitu mendengar permintaan Ojo yang dirasa ganjil di telinganya. Sekarang Ojo sudah bisa shalat! Mas Suryat menyebut kebesaran Gusti Allah yang punya kuasa membolak-balikkan hati hamba-Nya.

Sudah sejak lama Mas Suryat mengajak Ojo shalat. Ojo yang bertugas di bagian front office itu suka menggelengkan kepala jika diajak shalat. Bahkan ketika Ojo ikut Mas Suryat mudik lebaran, ia memilih menunggu di mobil daripada masuk masjid untuk menunaikan shalat. Lanjut baca…

Share on Facebook