Sambalewa

Hari ini saya tak mampu menaklukkan kemacetan Tol Japek yang hari-hari ini sedang ada proyek konstruksi Japek Elevated. Dalam kondisi normal, Bandara HLP bisa saya jangkau kisaran satu setengah jam, jika berangkat dari rumah. Potensi macet sebetulnya sudah saya perhitungkan, tetapi saya salah prediksi bahwa ternyata di hari Sabtu kepadatan lalin sama seperti hari kerja.

Perjalanan ke Jakarta saya tempuh dalam waktu lebih dari tiga jam. Jadwal pesawat saya ke Surabaya jam 15.45. Dan saya sampai di counter check in Bandara HLP jam 15.20. Pintu pesawat sudah ditutup, dan saya disarankan untuk ikut penerbangan berikutnya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Wisuda

Lelaki setengah baya memandangi anak perempuannya yang tengah menikmati makan malam bersamanya. Tak terasa anakku sudah dewasa, berasa baru kemarin aku menimangnya sambil menyanyikan lagu Kupu-Kupu yang Lucu.

“Kenapa ayah memandangku seperti itu?”

“Ah, enggak. Ayah senang saja, kamu makan demikian lahap.”

Suasana kembali hening. Lelaki itu mengarahkan pandangan matanya ke luar ruang. Banyak bintang bertaburan di sana. Sejurus kemudian, ia sapukan mata ke seluruh ruangan restoran yang berada di rooftop itu.

Di sisi kanan ada sepasang suami-istri yang tengah merayakan ulang tahun perkawinan keduapuluh tiga, dengan candle light dinner. Beberapa foto jadoel mereka dipajang di atas meja. Agak jauh dari duduk mereka, sepasang muda-mudi yang mungkin tengah merayakan hari jadi.

“Kamu sudah punya pacar, Nduk?” Lanjut baca…

Share on Facebook

Sarung untuk Ojo

“Pak Suryat, kula sakniki sampun saged shalat. Menawi wonten sarung nganggur mbok kagem kula setunggal!”

Mas Suryat tertegun sejenak, begitu mendengar permintaan Ojo yang dirasa ganjil di telinganya. Sekarang Ojo sudah bisa shalat! Mas Suryat menyebut kebesaran Gusti Allah yang punya kuasa membolak-balikkan hati hamba-Nya.

Sudah sejak lama Mas Suryat mengajak Ojo shalat. Ojo yang bertugas di bagian front office itu suka menggelengkan kepala jika diajak shalat. Bahkan ketika Ojo ikut Mas Suryat mudik lebaran, ia memilih menunggu di mobil daripada masuk masjid untuk menunaikan shalat. Lanjut baca…

Share on Facebook