Pungli sehidup-semati

(1)

Pakde No sedang mengantri di KUA. Ia ingin mengurus pernikahan anak perempuannya bulan depan. Berkas yang ia bawa rasanya sudah lengkap, termasuk berkas data calon menantunya.

(2)

O, iya. Sebelum ke KUA, Pakde No mesti urus surat pengantar/keterangan dari RT/RW sampai ke Kantor Desa dan Kecamatan. Semua itu untuk melegalisasi bahwa anak perempuannya benar penduduk di sana.

(3)

Untuk tempat hajat pernikahan anaknya, Pakde No tak mampu menyewa gedung pertemuan. Maka, ia memilih buka hajat di rumah saja, dengan menutup jalan di depan rumahnya. Namun, untuk menutup jalan ia perlu izin kepada instansi yang berwenang. Lanjut baca…

Share on Facebook

Haji tower

Lik Sar, demikian ia biasa dipanggil namanya, tetangga kami yang minggu lalu pulang dari ibadah haji. Sebagai tetangga yang baik, kami menyambut kedatangan Lik Sar dan istrinya. Semoga mereka berdua mendapatkan predikat sebagai haji yang mabrur.

Kami mengenal Lik Sar sebagai lelaki yang sederhana. Seperti halnya kami, profesi Lik Sar juga sebagai buruh tani. Jika dinalar memang mustahil bagi Lik Sar bisa berangkat naik haji. Tapi kalau Gusti Allah sudah punya kehendak tak ada makhluk yang kuasa menolaknya.

“Di depan Kabah saya tidak lupa mendoakan kalian semua supaya bisa naik haji seperti saya dan istri,” ujar Lik Sar dengan wajah berbinar.

Semua yang hadir mengaminkan doa Lik Sar. Lanjut baca…

Share on Facebook

Bukan si Lebai malang

Hari Sabtu kemarin, Mas Suryat mendapatkan undangan perkawinan di 3 tempat, yang kalau dihitung waktunya tak mungkin bisa menghadiri semuanya. Satu undangan mesti dikalahkan.

Undangan pertama datang dari sahabat karib di Forum Jumat Petang. Temannya itu mengawinkan anak perempuannya. Tempat hajatan di sebuah hotel yang berjarak tiga puluh menit perjalanan dari rumah, jika melalui jalan tol.

Undangan kedua datang dari seorang temannya yang kawin lagi, setelah beberapa waktu lalu ditinggal mati oleh pasangannya. Lokasi hajatan tak begitu jauh dari rumah Mas Suryat.

Undangan ketiga datang dari teman kantornya, yang dua atau tiga bulan lalu bergabung di perusahaan ia bekerja. Tempat hajatan juga di sebuah hotel yang berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari rumah, meskipun itu lewat tol. Lanjut baca…

Share on Facebook