Batik Madrim

Namaku Batik Madrim. Jika engkau menyangka aku seorang gadis, itu salah. Memang sih, nama yang disematkan oleh ayahku itu berkonotasi feminin. Madrim adalah nama madu Dewi Kunti. Pandu – ayah para Pandawa – itu beristri dua, Kunti dan Madrim. Dari rahim Kunti lahir Puntadewa, Werkudara dan Janaka, sedangkan Madrim melahirkan kembar Nakula-Sadewa.

Aku lelaki tulen. Usiaku dua puluh tujuh tahun, umur yang cukup matang untuk menikahi seorang perempuan yang kelak menjadi ibu bagi anak-anakku. Tahukah engkau perempuan mana yang aku taksir? Lanjut baca…

Share on Facebook

Sudah pas kah?

[1]

Dua orang tukang bangunan sedang menarik seutas selang bening yang di dalamnya ada airnya. Masing-masing tukang memegang ujung selang, lalu mengarahkan ujung selang pada sebuah paku yang sudah ditancapkan pada tembok.

Apa yang mereka lakukan? Mereka sedang melakukan pengukuran beda tinggi pada sebuah bangunan rumah. Fungsi selang berisi air tersebut sebetulnya persis dengan pengukuran beda tinggi dengan waterpass tangan. Para tukang bangunan paham, kalau menggunakan selang plastik seperti itu, mereka memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku seperti diameter selang plastik yang digunakan tersebut harus sama, tidak ada kebocoran, selang tidak terlipat, tidak ada gelembung udara di dalam selang, dan lokasi yang diukur, beda tingginya tidak terlalu ekstrem.  Lanjut baca…

Share on Facebook

Makan siang kali ini berasa hambar

Bagi Mas Suryat, kegiatan makan siang bersama dengan para staf menjadi sarana yang efektif untuk mengakrabkan dan mengenal lebih dekat. Setidaknya sebulan sekali ia mengajak para stafnya makan bersama di sebuah rumah makan yang tempatnya mudah dijangkau sehingga tak banyak menyita waktu untuk pergi ke sana.

Siang tadi, mereka makan dengan menu serba bebek.

Masing-masing memesan sesuai selera: goreng, bakar atau rica-rica. Aneka sambal tinggal pilih saja. Sejak berangkat dari kantor tadi, Mas Suryat memerhatikan salah satu stafnya yang kelihatan tidak bersemangat, cenderung bersikap murung. Bahkan ketika mereka memilih menu, staf tersebut tidak bergairah, hanya ikut-ikutan saja. Lanjut baca…

Share on Facebook