Makan siang kali ini berasa hambar

Bagi Mas Suryat, kegiatan makan siang bersama dengan para staf menjadi sarana yang efektif untuk mengakrabkan dan mengenal lebih dekat. Setidaknya sebulan sekali ia mengajak para stafnya makan bersama di sebuah rumah makan yang tempatnya mudah dijangkau sehingga tak banyak menyita waktu untuk pergi ke sana.

Siang tadi, mereka makan dengan menu serba bebek.

Masing-masing memesan sesuai selera: goreng, bakar atau rica-rica. Aneka sambal tinggal pilih saja. Sejak berangkat dari kantor tadi, Mas Suryat memerhatikan salah satu stafnya yang kelihatan tidak bersemangat, cenderung bersikap murung. Bahkan ketika mereka memilih menu, staf tersebut tidak bergairah, hanya ikut-ikutan saja. Lanjut baca…

Share on Facebook

Seragam hitam putih

Jauh sebelum tren seragam a la Jokowi yang hitam-putih itu, ketika saya SD dulu seragam sekolah yang digunakan baju putih dan celana (pendek) hitam. Kalau tidak salah saya menggunakan sampai kelas lima dan setelah kelas enam ada kebijakan baru, warna celana menjadi khaki. Seingat saya waktu SMP (hanya sampai kelas satu saja), warna celana (pendek) masih khaki sebelum akhirnya diubah menjadi warna biru tua, sedangkan SMA seperti sekarang ini, celana (panjang) warna abu-abu.

Waktu usia remaja, saya juga sering berseragam hitam-putih (berdasi hitam) ketika didapuk menjadi sinoman, pembawa hidangan dari dapur untuk para tetamu di tempat hajatan tetangga di kampung. Inilah bentuk kegotong-royongan di masyarakat yang dimulai sejak usia muda. Lanjut baca…

Share on Facebook

Kalau prasmanan, mestinya dihabiskan

Ketika di dunia yang lain banyak orang yang kelaparan karena kekurangan makanan, di suatu hajatan banyak orang yang menyia-nyiakan makanan yang diambilnya.

Konsep prasmanan sebetulnya memberikan kebebasan kepada seseorang untuk mengambil makanan sesuai selera dan volume perutnya. Namun, untuk ukuran perut orang Indonesia mestinya ya cuma segitu-gitunya saja. Maka saya sering heran ada orang yang mengambil makanan sampai menumpuk di piringnya dan isinya dicampur jadi satu: nasi, sayur, lauk, kerupuk, buah, dan kue/roti, seakan-akan takut kehabisan jika nanti akan mengambil ulang makanannya. Lanjut baca…

Share on Facebook