Rumus menuju dua-empat

Kamingsun – sahabat kita yang pernah dua kali saya tulis kisahnya, lagi suntrut situasi batinnya. Sebagai atasannya, Mas Suryat bisa membaca sikap anak buahnya itu dan kalau ndak salah sejak awal tahun masuk kerja ia seperti tidak bersemangat bekerja seperti yang sudah-sudah. Pada suatu makan siang, ia mengajak Kamingsun untuk makan bersama di sebuah warung langganan Mas Suryat yang berada di tepian Kali Malang.

“Ada persoalan apa, kok performa kerjamu turun drastis. Padahal minggu ini aku mesti mengumpulkan penilaian kinerja tahun lalu ke HRD. Kalau kondisinya begini apa alasanku untuk merekomendasikan kenaikan pangkatmu, coba?” Lanjut baca…

Share on Facebook

Ontran-ontran Jumenengan Raja Jawa

Sejauh ini Trio Sela: Pemanahan, Penjawi dan Juru Martani tampak puas dengan kinerja mereka yang ingin mendudukkan Mas Karebet alias Joko Tingkir menjadi raja di Tanah Jawa. Saat itu kedudukan Joko Tingkir sebagai Adipati Pajang dikenal pula sebagai Hadiwijaya. Keturunan Ki Ageng Sela tersebut memang teamwork yang solid.

Tinggal selangkah lagi.

Beberapa waktu lalu mereka berhasil menyingkirkan Haryo Penangsang melalui tangan Danang Sutawijaya, anak lelaki Pemanahan yang berhasil membunuh Penangsang dengan tombak Kyai Plered. Penangsang mestinya yang berhak atas tahta Demak, sebab ia cucu dari Raden Patah – Raja Demak Bintara yang pertama. Lanjut baca…

Share on Facebook

Bergerak menuju ibu #8

Aku membuat makanan untuk Kanjeng Nabi dan ayahku ketika mereka hendak bertolak ke Madinah untuk berhijrah. Aku berkata kepada ayahku kalau tidak membawa sesuatu untuk mengikat makanan kecuali selendang pinggangku ini. Kemudian ayahku berkata, “Belahlah selendangmu menjadi dua” Aku pun mengikuti perkataannya, maka sejak itu aku dijuluki dzaatun nithaaqain atau perempuan pemilik dua selendang.

Setiap berkunjung ke sekitaran Jabal Tsur, saya selalu teringat kisah heroik  seorang perempuan sahabat Nabi yang masuk Islam generasi pertama. Ia adalah Asma putri Abu Bakar. Dalam keadaan hamil tua, ia diberi amanah mengirim makanan ke Gua Tsur tempat Kanjeng Nabi dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir dalam perjalanan hijrah ke Madinah. Lanjut baca…

Share on Facebook