Sepasang rusa dilanda asmara

Ujung Kulon Baluran, pada suatu siang. Sepasang rusa sedang dilanda asmara. Mereka merumput di padang savana nan hijau meluas sejauh pandangan mata. Konon, kalau sedang jatuh cinta semacam itu dunia laksana milik berdua.

Sesungguhnya yang sedang menikmati indahnya savana tak hanya sepasang rusa tersebut. Ada sepasang kupu-kupu yang berkejaran di antara kelopak bunga. Sejenak menyerap nektar bunga yang sedang rasanya, lalu terbang lagi dan hinggap di bunga yang lain yang tak kalah indahnya. Jemari lentik kaki-kaki mereka telah menyatukan putik dan benangsari.

Nun di atas rusa jantan, terlihat sepasang beruk tengah asik saling mencari kutu. Beruk jantan tidur-tiduran di pangkuan kekasihnya sementara jemarinya asik mencari kutu di sekitar perut kekasihnya itu. Beruk betina sanat serius menekuri kepala kekasihnya yang ternyata menjadi sarang para kutu. Lanjut baca…

Share on Facebook

Rumus menuju dua-empat

Kamingsun – sahabat kita yang pernah dua kali saya tulis kisahnya, lagi suntrut situasi batinnya. Sebagai atasannya, Mas Suryat bisa membaca sikap anak buahnya itu dan kalau ndak salah sejak awal tahun masuk kerja ia seperti tidak bersemangat bekerja seperti yang sudah-sudah. Pada suatu makan siang, ia mengajak Kamingsun untuk makan bersama di sebuah warung langganan Mas Suryat yang berada di tepian Kali Malang.

“Ada persoalan apa, kok performa kerjamu turun drastis. Padahal minggu ini aku mesti mengumpulkan penilaian kinerja tahun lalu ke HRD. Kalau kondisinya begini apa alasanku untuk merekomendasikan kenaikan pangkatmu, coba?” Lanjut baca…

Share on Facebook

Ontran-ontran Jumenengan Raja Jawa

Sejauh ini Trio Sela: Pemanahan, Penjawi dan Juru Martani tampak puas dengan kinerja mereka yang ingin mendudukkan Mas Karebet alias Joko Tingkir menjadi raja di Tanah Jawa. Saat itu kedudukan Joko Tingkir sebagai Adipati Pajang dikenal pula sebagai Hadiwijaya. Keturunan Ki Ageng Sela tersebut memang teamwork yang solid.

Tinggal selangkah lagi.

Beberapa waktu lalu mereka berhasil menyingkirkan Haryo Penangsang melalui tangan Danang Sutawijaya, anak lelaki Pemanahan yang berhasil membunuh Penangsang dengan tombak Kyai Plered. Penangsang mestinya yang berhak atas tahta Demak, sebab ia cucu dari Raden Patah – Raja Demak Bintara yang pertama. Lanjut baca…

Share on Facebook