Cancer #49

Meskipun ini soal matematika, namun bukan salah satu soal yang keluar di UN atau tes SMPTN yang diujikan bagi anak-anak SMA beberapa waktu lalu.

Perintahnya begini: buatlah suatu persamaan sederhana pada susunan tanggal kelahiran seseorang yang jatuh pada 12-7-1967. Pada tahun ini, ia berusia 49 tahun.

Jawabannya:

1 – 2 – 7 – 1 – 9 + 67 = 49

Matematika itu unik dan menyenangkan. Utak-atik sebentar, deretan tanggal kelahiran dapat dibuat suatu persamaan seperti di atas.

***
Lanjut baca…

Share on Facebook

Warung ustadz Arman

Kami memanggilnya ustadz Arman. Ia menjadi marbot di masjid kami sejak sekitar enam atau tujuh tahun lalu. Karena masjid kami berada di tanah yang diperuntukkan bagi fasos/fasum, maka oleh pihak pengurus masjid berinisiatif membikinkan kamar baginya yang bersebelahan dengan aula majelis taklim.

Selain menjaga kebersihan masjid, ia juga bertugas mengumandangkan adzan dan menjadi imam cadangan jika ustadz yang bertugas sebagai imam berhalangan. Awalnya kami memanggilnya Arman saja, namun sejak ia mengajar mengaji anak-anak kompleks perumahan di sore hari, kami memanggilnya dengan ustadz, mengikuti anak-anak kami. Lanjut baca…

Share on Facebook

Rejeki itu tidak bisa ditiru

Jika ada orang yang mencemburui rejeki orang lain, sesungguhnya ia sedang melakukan pekerjaan yang sia-sia bahkan telah melukai hatinya sendiri. Pada suatu siang, Jaka Sulaya datang ke meja Kyaine untuk mengobati sakit hatinya, gara-gara mencemburui rejeki Cak Kamingsun, yang menurut pengamatannya kok selalu dlidir mendatangi Cak Kamingsun.

“Rejeki itu tidak bisa ditiru, tiap orang sudah punya jatah dan cetakannya,” demikian kata bijak yang keluar dari mulut Kyaine mengutip dari para waskita.

“Saya nggak mudeng, Kyaine!” sergah Jaka Sulaya, sengol. Lanjut baca…

Share on Facebook