Betapa kecilnya kita

Kali ini wisata ziarah Kota Madinah tak hanya ke Masjid Quba atau Jabal Uhud dan sekitarnya, di lingkungan Masjid Nabawi terdapat dua museum yang layak untuk dikunjungi yakni Museum Asmaul Husna dan Museum Nabi Muhammad.

Selepas shalat Asar saya dan rombongan jamaah umrah menuju Museum Asmaul Husna. Letak museum ini di sekitar Pintu 8. Saking banyaknya pengunjung yang ingin masuk museum, petugas museum memisahkan rombongan menjadi 2 kelompok besar yaitu dari Indonesia dan India/Pakistan. Kebetulan jamaah dari 3 negara ini yang sedang berkunjung saat itu. Lanjut baca…

Share on Facebook

Kula nuwun, Kanjeng Nabi

Sebelum kamu mengunjunginya, Mekkah akan selalu menantimu. Ketika kamu meninggalkannya, Mekkah akan selalu memanggilmu kembali.

Mas Suryat mendapati selembar brosur penawaran berangkat umrah terselip di pagar rumahnya ketika ia pulang kantor. Musim haji belum juga selesai, sebab ada beberapa kloter jamaah haji Indonesia yang belum semuanya pulang ke Tanah Air. Dan travel umrah mulai gencar mempromosikan aneka paket umrah.

Ia membaca sepintas brosur tersebut dan membawanya ke dalam rumah, lalu ia taruh di tumpukan surat-surat di samping meja tamu. Kapan-kapan akan dibacanya kembali. Kemudian ia sempat melupakan brosur tersebut.

***

Pada suatu malam, ia mendapatkan kabar kalau sahabatnya baru saja pulang dari ibadah haji. Esoknya, ia berkunjung ke sana untuk ngalap berkah haji baru. Lanjut baca…

Share on Facebook

Bergerak menuju ibu #7

Sudah menjadi kebiasaan ibu jika pertama kali bertemu dengan anak-anaknya – setelah sekian lama tiada bersua, ia akan berkata, “Wis mangan durung?” Tentu saja ia juga menanyakan kabar anaknya. Jika kami bilang belum makan, ia akan segera mempersiapkan makanan, entah mengeluarkan persediaan makanan yang ada di lemari makan atau memasak dulu, bahkan dengan berjalan tertatih ia menuju warung terdekat untuk membeli lauk. Meskipun nanti yang disajikan telur ceplok dengan nasi hangat, nikmatnya ora karuan sebab disajikan dengan kasih sayang.

Entah karena kurang pandai dalam manajemen waktu, bus yang membawa rombongan kami dari Madinah ke Mekkah terlambat 2 atau 3 jam. Sampai di hotel kami di Mekkah jam 11 malam. Ketika persiapan keberangkatan di Madinah kami diberitahu pihak biro travel kalau sampai Mekkah nanti kami akan makan dulu, pembagian kamar, dan persiapan pelaksanaan umrah. Memang demikian yang menjadi SOP-nya. Lanjut baca…

Share on Facebook