Everything 2 Riyal

Tulisan “Everything 2 Riyal” akan banyak ditemukan pada deretan toko di sepanjang jalan menuju Masjid al Haram atawa Masjid Nabawi. Toko-toko tersebut menjual aneka macam souvenir haji atawa umroh, meskipun pernak-pernik yang dijual tak semuanya seharga 2 Riyal, ada yang 1 Riyal, 3 Riyal, bahkan 20 Riyal.

Apakah barang-barang yang dijual tersebut produk asli Arab Saudi? Tidak, mayoritas made in China. Inilah hebatnya orang Tiongkok, di mana bumi dipijak di sana akan ditemukan produk hasil negeri mereka. Lanjut baca…

Share on Facebook

Nyarap Tamis di Rumah Kanjeng Nabi

Berada di Madinah selama tiga hari terasa sangat cepat berlalunya. Kami – rombongan umroh MQ – pada Minggu, 24 Februari 2013 selepas lohor bergerak menuju Mekkah untuk melaksanakan umroh. Sebagaimana adabnya orang bertamu, kami pun mesti pamit kepada si empunya rumah yakni Kanjeng Nabi.

Shalat di Masjid Nabawi sangat nikmat, apalagi di dalamnya ada Raudhah – taman surga, di mana siapa yang bisa shalat dan berdoa di sana akan diijabah oleh Gusti Allah. Tentu untuk doa yang mustajab, syarat dan ketentuan berlaku. Alhamdulillah, kali ini saya mendapatkan kesempatan melakukan shalat dengan cukup nyaman di Raudhah. Maklum, untuk bisa shalat di tempat yang ditandai dengan karpet warna abu-abu itu mesti memerlukan perjuangan. Antrian berjubel. Saya datang ke sana, dua atawa tiga jam sebelum shalat subuh. Lanjut baca…

Share on Facebook

Panggilan Nabi Ibrahim

Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh (QS Al-Hajj : 27)

Dalam suatu riwayat diceritakan, setelah Nabi Ibrahim selesai membangun Ka’bah, maka Allah memerintahkan kepadanya untuk menyeru umat manusia untuk pergi haji. Nabi Ibrahim agak ragu, apakah suara panggilannya akan didengarkan atawa tidak. Kemudian Nabi Ibrahim berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana suaraku ini bisa sampai?” Kemudian Allah berfirman: “Seru sajalah, Aku (Allah) yang akan menyampaikannya”. Kemudian Nabi Ibrahim naik ke Jabal Qubaisy dan menyeru: “Wahai manusia! Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadamu untuk berhaji di rumah Allah ini, agar Allah mengganjar kepadamu surga dan melepaskan dari siksa neraka, maka berhajilah”.

Syahdan, pohon-pohon dan gunung-gunung pun merunduk. Suara panggilan Nabi Ibrahim untuk berhaji itu terdengar ke seluruh dunia. Lanjut baca…

Share on Facebook