Rejeki itu tidak bisa ditiru

Jika ada orang yang mencemburui rejeki orang lain, sesungguhnya ia sedang melakukan pekerjaan yang sia-sia bahkan telah melukai hatinya sendiri. Pada suatu siang, Jaka Sulaya datang ke meja Kyaine untuk mengobati sakit hatinya, gara-gara mencemburui rejeki Cak Kamingsun, yang menurut pengamatannya kok selalu dlidir mendatangi Cak Kamingsun.

“Rejeki itu tidak bisa ditiru, tiap orang sudah punya jatah dan cetakannya,” demikian kata bijak yang keluar dari mulut Kyaine mengutip dari para waskita.

“Saya nggak mudeng, Kyaine!” sergah Jaka Sulaya, sengol. Lanjut baca…

Share on Facebook

Bagasi yang hilang itu telah kembali

Kabar dari Mas Wahyu dari Jogja disampaikan melalui WA: Alhamdulillah, tasnya sudah ketemu. Dilampirkan juga foto tas coklat yang kemarin sempat hilang. Mas Suryat setengah tidak percaya, tetapi memang demikian kenyataannya, kalau tas tersebut ketemu dan akan dikirim ke Karawang.

Jika dihitung dari laporan kehilangan sampai diketemukannya kembali bagasi yang hilang tersebut sekitar dua puluh hari.

Sesungguhnya hilangnya satu bagasi telah membuat Mas Suryat berkontemplasi: adakah yang kesalahan yang telah ia perbuat. Berdasarkan ilmu titen yang ia miliki, kehilangan berarti pernah tidak atau kurang sedekah.

Ia pun membuka catatan transaksi keluar dari tabungannya. Benar saja, ia tidak menemukan item pengeluaran untuk zakat penghasilan bulan Desember 2015. Tepatnya ia lupa, sebab ia konsentrasi melunasi utang-utang dan tanggungan sebelum jadwal keberangkatan umrahnya di akhir tahun itu.  Lanjut baca…

Share on Facebook

Jangan menerima jika tak bisa memberi

Jangan mudah menerima kebaikan orang lain, karena siapa tahu kita tidak bisa membalas kebaikan itu. Bisa jadi orang yang memberikan kebaikan tadi menganggap diri kita tak tahu diri, apalagi jika orang tersebut ada pamrih di balik pemberian kebaikan tadi. Ujung-ujungnya tidak mengenakkan hati dan lama-lama tumbuh suatu kebencian.

Siapa sih yang tak senang dibantu orang lain ketika kita sedang mengalami suatu kesulitan?

***

Zaman berubah dengan sangat cepat, namun perubahan itu tak secepat dengan bertambahnya penghasilan kita setiap bulannya. Sekarang sudah masuk tahun baru, di mana menurut kebiasaan di bulan Januari kita mulai berhitung berapa persen kenaikan gaji kita, apakah lebih rendah atau lebih tinggi dari nilai inflasi? Apakah gaji tersebut akan dapat menutupi kebutuhan hidup yang makin banyak? Apakah gaji tersebut akan bersaldo cukup untuk sedikit nambah tabungan? Ah, ngomongin gaji sih nggak ada habis-habisnya. Lanjut baca…

Share on Facebook