2016

Tahun 2015 telah berlalu dan selamat datang 2016. Saya tak punya tradisi lepas sambut untuk mereka, bahkan tidak juga bersibuk dengan resolusi diri yang akan dikerjakan selama setahun ke depan.

Tidur sebelum jam 12 malam dan bangun tahu-tahu sudah waktu subuh di tahun yang baru.

Berbagai ramalan yang akan terjadi di tahun 2016 makin beredar kencang di akhir tahun, baik ramalan politik, ekonomi, sosial maupun pertahanan keamanan level regional dan internasional. Beberapa ramalan menimbulkan optimisme tapi tak sedikit ramalan yang bernada skeptis dan tidak percaya diri. Lanjut baca…

Share on Facebook

Bergerak menuju ibu #7

Sudah menjadi kebiasaan ibu jika pertama kali bertemu dengan anak-anaknya – setelah sekian lama tiada bersua, ia akan berkata, “Wis mangan durung?” Tentu saja ia juga menanyakan kabar anaknya. Jika kami bilang belum makan, ia akan segera mempersiapkan makanan, entah mengeluarkan persediaan makanan yang ada di lemari makan atau memasak dulu, bahkan dengan berjalan tertatih ia menuju warung terdekat untuk membeli lauk. Meskipun nanti yang disajikan telur ceplok dengan nasi hangat, nikmatnya ora karuan sebab disajikan dengan kasih sayang.

Entah karena kurang pandai dalam manajemen waktu, bus yang membawa rombongan kami dari Madinah ke Mekkah terlambat 2 atau 3 jam. Sampai di hotel kami di Mekkah jam 11 malam. Ketika persiapan keberangkatan di Madinah kami diberitahu pihak biro travel kalau sampai Mekkah nanti kami akan makan dulu, pembagian kamar, dan persiapan pelaksanaan umrah. Memang demikian yang menjadi SOP-nya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Bergerak menuju ibu #6

Sekitar Jabal Uhud, 26 Desember 2015

Setelah mendoakan para syuhada Perang Uhud saya menunggu teman satu rombongan yang masih berkeliling sekitaran Jabal Uhud. Suhu udara kisaran 12°C, maka untuk hangatkan tubuh saya duduk di panasnya matari Madinah.

“Masih ingat kisah Perang Uhud yang diceritakan dalam buku Kanjeng Nabi, buk?” tanya saya kepada ibu saya yang pernah membaca buku biografi Muhammad karya Husain Haikal yang diterjemahkan dengan apik oleh Ali Audah. Lanjut baca…

Share on Facebook