Bergerak menuju ibu #6

Sekitar Jabal Uhud, 26 Desember 2015

Setelah mendoakan para syuhada Perang Uhud saya menunggu teman satu rombongan yang masih berkeliling sekitaran Jabal Uhud. Suhu udara kisaran 12°C, maka untuk hangatkan tubuh saya duduk di panasnya matari Madinah.

“Masih ingat kisah Perang Uhud yang diceritakan dalam buku Kanjeng Nabi, buk?” tanya saya kepada ibu saya yang pernah membaca buku biografi Muhammad karya Husain Haikal yang diterjemahkan dengan apik oleh Ali Audah. Lanjut baca…

Share on Facebook

Bergerak menuju ibu #4

Jeddah, 24 Desember 2015

Sekitar jam 08.30 waktu KSA saya mendarat di kota ini, setelah perjalanan panjang dan melelahkan dari JOG-CGK kemudian dilanjutkan CGK-JED. Jeddah ada yang mengartikan sebagai nenek, sebab konon makam Ibu Hawa – nenek moyang umat manusia di bumi ini – berada di kota ini.

“Jika aku diberi kesempatan untuk terlahir kembali, aku ingin menjadi nenekku atau ibunya ibuku.”

***

Saya pernah janji kepada ibu kalau ingin mengajaknya umrah bersama. Kisah Uwais al Qarni yang mengendong ibunya saat berhaji telah menginspirasi saya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Intafa’a

Jumat berkah.

Seorang kawan saya yang bekerja di perusahaan otomotif berkirim SMS, akan bertamu sebelum jumatan: “Mau mbayar utang, Mas!”

Beberapa bulan yang lalu, ia pinjam uang kepada saya lima juta untuk membayar UKT anaknya yang masuk seleksi PTN. Kebetulan waktu itu saya memang sedang pegang uang cash, setelah mendapat arisan mingguan yang saya ikuti dengan potong uang makan. Belum juga uang tersebut saya manfaatkan, datang kawan saya itu menyampaikan hajatnya kalau lagi butuh uang untuk urusan sekolah anaknya. Lanjut baca…

Share on Facebook